Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Video Viral Pemuda Pekalongan Mengaku Dibegal hingga Jari Putus Ternyata Rekayasa Pakai Wortel

Wahyu SuryaniDiterbitkan 4 Agu 2026 - 09.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Video Viral Pemuda Pekalongan Mengaku Dibegal hingga Jari Putus Ternyata Rekayasa Pakai Wortel
Foto/Ilustrasi: news.detik.com.
A-A+

Jagat media sosial belakangan ini dihebohkan oleh sebuah rekaman video viral yang memperlihatkan seorang pemuda mengaku telah menjadi korban aksi pembegalan. Pemuda berusia 19 tahun dengan inisial BW tersebut merupakan warga Desa Wringinagung, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan. Dalam video yang beredar luas di tengah masyarakat, BW tampak sedang berada di depan sebuah rumah dengan kondisi tubuh yang berlumuran cairan berwarna gelap. Hal yang paling menarik perhatian sekaligus membuat ngeri warganet adalah ketika ia memamerkan sebuah benda yang diletakkan sedemikian rupa sehingga sekilas sangat mirip dengan potongan jari manusia yang terputus akibat aksi kejahatan jalanan tersebut.

Melihat keresahan yang ditimbulkan oleh video tersebut di tengah masyarakat, pihak kepolisian dari Kepolisian Resor Pekalongan tidak tinggal diam. Kapolres Pekalongan, AKBP Rachmad C. Yusuf, memberikan keterangan bahwa jajarannya langsung bergerak cepat untuk menindaklanjuti video yang mulai viral pada hari Minggu (2/8). Sebagai langkah awal penyelidikan, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi yang dilaporkan dan disebut-sebut sebagai tempat kejadian perkara (TKP) pembegalan tersebut. Selain melakukan olah TKP awal, polisi juga langsung melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap BW, pemuda yang mengaku sebagai korban dalam rekaman video tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Namun, setelah dilakukan penyelidikan mendalam dan pemeriksaan oleh pihak kepolisian, terungkap fakta yang mengejutkan. Peristiwa pembegalan sadis yang diklaim oleh BW tersebut ternyata sama sekali tidak pernah terjadi di dunia nyata. Kepada polisi yang memeriksanya, BW akhirnya mengakui bahwa dirinya telah berbohong dan sengaja mengarang seluruh cerita pembegalan tersebut. Remaja berusia 19 tahun ini mengaku nekat merekayasa kejadian menegangkan itu semata-mata demi kebutuhan membuat konten media sosial. BW mengungkapkan bahwa motif utama di balik aksi nekatnya tersebut adalah agar ia bisa dipandang sebagai sosok yang berani dan hebat oleh teman-teman di lingkungan pergaulannya.

Baca Juga

Pemerintah Siapkan Tambahan DBH Rp70 Triliun untuk Pemda, Purbaya Tunggu Instruksi Presiden

Pemerintah Siapkan Tambahan DBH Rp70 Triliun untuk Pemda, Purbaya Tunggu Instruksi Presiden

Untuk mendukung kebohongan dalam konten video tersebut agar terlihat meyakinkan bagi orang yang melihatnya, BW menggunakan beberapa barang sebagai alat peraga. Pihak kepolisian pun bertindak tegas dengan menyita sejumlah barang bukti yang digunakan oleh pelaku dalam proses pembuatan konten bohong tersebut. Di antara barang-barang yang berhasil diamankan oleh petugas kepolisian adalah sebilah pedang samurai. Selain senjata tajam tersebut, polisi juga menemukan potongan sayuran wortel. Potongan wortel inilah yang kemudian ditaruh dan diatur posisinya di dalam rekaman video agar terlihat seolah-olah seperti potongan jari manusia yang putus akibat tebasan senjata tajam saat pembegalan terjadi.

Mengenai bagaimana video rekayasa tersebut bisa tersebar luas dan menjadi viral di media sosial, BW memberikan penjelasannya saat diperiksa. Ia mengaku bahwa pada awalnya video tersebut tidak langsung disebarkan di platform media sosial publik secara luas. BW hanya mengunggah video tersebut sebagai pembaruan status pada aplikasi pesan singkat WhatsApp miliknya pribadi. Unggahan status WhatsApp tersebut juga tidak bertahan lama, karena BW langsung menghapusnya setelah hanya terpasang selama sekitar 5 menit saja. Namun, durasi waktu yang sangat singkat tersebut ternyata sudah cukup bagi beberapa orang kontak WhatsApp miliknya untuk melihat dan menyebarkannya kembali hingga akhirnya menjadi viral secara luas.

Baca Juga

Wabah Parasit Cyclospora Meluas di AS, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Wabah Parasit Cyclospora Meluas di AS, Dua Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Dengan adanya pengakuan dari pelaku serta hasil penyelidikan di lapangan, Kepolisian Resor Pekalongan menegaskan bahwa informasi mengenai adanya aksi pembegalan dengan korban jari putus di wilayah tersebut adalah tidak benar atau hoaks. Hasil penyelidikan dan pemeriksaan secara menyeluruh memastikan bahwa seluruh cerita yang disampaikan oleh BW dalam video tersebut merupakan rekayasa total yang dibuat demi konten semata. BW sendiri, saat ditemui di Markas Kepolisian Resor Pekalongan (Polres Pekalongan), telah mengakui semua perbuatannya dan menyatakan penyesalannya atas kegaduhan yang ditimbulkan oleh video konten bohong yang dibuatnya tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PekalonganHoaks BegalKonten ViralPolres Pekalongan

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Siapkan Tambahan DBH Rp70 Triliun untuk Pemda, Purbaya Tunggu Instruksi PresidenWabah Parasit Cyclospora Meluas di AS, Dua Orang Dilaporkan Meninggal DuniaTrump Beri Ultimatum ke Iran, Capai Kesepakatan atau Hadapi PemenggalanBea Cukai Jambi Tindak Penimbunan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 JutaIndonesia dan Thailand Sepakat Perkuat Ketahanan dan Keamanan ASEANPemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis Sambut HUT RI ke-81Roy Suryo Kembali Uji Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi di PN Jakarta SelatanBanjir Landa Kota Padang, Tim Gabungan Evakuasi Warga di Tiga Kecamatan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap