Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Trump Beri Ultimatum ke Iran, Capai Kesepakatan atau Hadapi Pemenggalan

Yolanda TobanDiterbitkan 4 Agu 2026 - 10.40 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Trump Beri Ultimatum ke Iran, Capai Kesepakatan atau Hadapi Pemenggalan
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Iran pada Senin, 3 Agustus 2026. Trump menyatakan bahwa perundingan dengan Teheran saat ini masih terus berjalan, sekaligus menegaskan bahwa negara tersebut kini berada di ambang batas akhir. Menurut Trump, Iran sedang menghadapi kesempatan terakhir untuk menyepakati dokumen perjanjian baru sebelum menghadapi langkah ekstrem yang ia sebut sebagai "pemenggalan".

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Ketegangan ini merupakan kelanjutan dari konflik bersenjata yang telah berlangsung selama lebih dari lima bulan. Hubungan Washington dan Teheran resmi berada dalam status perang sejak 28 Februari lalu, dipicu oleh serangan mendadak yang dilancarkan oleh Amerika Serikat bersama Israel ke wilayah Iran. Meskipun perang telah berjalan berbulan-bulan, Iran dilaporkan masih memiliki kekuatan militer yang signifikan. Teheran tetap mampu meluncurkan rudal dan pesawat nirawak ke arah sasaran milik Amerika Serikat maupun sekutunya, serta masih menguasai cadangan uranium yang telah diperkaya.

Salah satu titik konflik utama dalam perang ini adalah blokade di Selat Hormuz. Sebelum pecahnya perang, jalur perairan strategis tersebut merupakan kawasan bebas lintas bagi kapal-kapal internasional. Namun, setelah kesepakatan gencatan senjata sebelumnya menemui kegagalan, Iran kembali menutup jalur tersebut. Teheran kini bersikeras untuk memegang kendali penuh dan memungut biaya lintas di Selat Hormuz, serta melarang kapal-kapal menggunakan rute alternatif di luar garis pantai Iran. Kebijakan ini ditolak mentah-mentah oleh pihak Amerika Serikat.

Baca Juga

Investor Asing Lakukan Rotasi Portofolio, Saham Defensif Jadi Incaran

Investor Asing Lakukan Rotasi Portofolio, Saham Defensif Jadi Incaran

Trump mengungkapkan bahwa keputusan untuk melanjutkan pembicaraan dengan Iran diambil demi memenuhi permintaan dari sejumlah negara sekutu di kawasan Teluk, termasuk Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Fokus utama dari negosiasi ini adalah pembukaan kembali Selat Hormuz dan proses denuklirisasi Iran. Trump mengklaim pembukaan kembali selat tersebut bisa saja terwujud dalam waktu sangat dekat, bahkan secara harfiah besok, sementara proses denuklirisasi diperkirakan akan memakan waktu yang sedikit lebih lama.

Meskipun Trump bersikeras bahwa dialog sedang berlangsung, terdapat ketidakpastian besar mengenai kebenaran proses negosiasi langsung ini karena adanya bantahan resmi dari pihak Iran. Kementerian Luar Negeri Iran secara tegas menolak klaim bahwa mereka tengah bernegosiasi dengan Washington. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menjelaskan bahwa komunikasi yang mereka lakukan sebenarnya adalah dengan Oman, khusus untuk membahas pengamanan rute pelayaran di Selat Hormuz. Menurut Baqaei, kesepahaman dengan Oman mengenai rute yang dapat diterima hampir tercapai, meski hal itu tidak berarti selat akan dibuka sepenuhnya.

Baca Juga

Pola Asuh dan Kecukupan Nutrisi Jadi Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak

Pola Asuh dan Kecukupan Nutrisi Jadi Kunci Utama Tumbuh Kembang Anak

Perbedaan klaim ini membuat situasi diplomatik kedua negara semakin kabur. Trump bahkan menuduh Teheran bermuka dua karena membantah adanya perundingan tersebut secara terbuka di hadapan publik. Melalui media sosial, Trump juga memperingatkan bahwa tidak akan ada pihak yang bisa memasuki Iran tanpa adanya kesepakatan atau penyerahan total dari negara tersebut. Di sisi lain, isu kepemilikan senjata pemusnah massal tetap menjadi inti perselisihan. Trump menegaskan perang ini memang diperlukan untuk menghentikan program nuklir Iran. Langkah ini didukung negara-negara Barat yang mencurigai Iran tengah mengembangkan bom nuklir, meskipun Teheran berulang kali menyatakan program nuklirnya murni untuk tujuan damai dan kebutuhan sipil.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpAmerika Serikatselat hormuzIranTimur Tengah

Berita Terbaru Lainnya

Destry Damayanti Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo pada 5 Agustus untuk Bahas Inflasi PanganInvestor Asing Lakukan Rotasi Portofolio, Saham Defensif Jadi IncaranPola Asuh dan Kecukupan Nutrisi Jadi Kunci Utama Tumbuh Kembang AnakPelatihan Kebencanaan Perkuat Peran Perempuan di Kawasan Pesisir CilacapPrakiraan Cuaca Jawa Tengah 4 Agustus 2026, Waspada Gelombang Tinggi dan Banjir RobPemerintah Siapkan Tambahan DBH Rp70 Triliun untuk Pemda, Purbaya Tunggu Instruksi PresidenWabah Parasit Cyclospora Meluas di AS, Dua Orang Dilaporkan Meninggal DuniaBea Cukai Jambi Tindak Penimbunan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 Juta

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap