Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Ekonomi

LPS Bantah Fenomena 'Makan Tabungan', Catat Pertumbuhan pada Simpanan Nasabah Kecil

Ding Anyi ApuiDiterbitkan 4 Agu 2026 - 09.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
LPS Bantah Fenomena 'Makan Tabungan', Catat Pertumbuhan pada Simpanan Nasabah Kecil
Foto/Ilustrasi: cnnindonesia.com.
A-A+

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) secara resmi membantah anggapan yang beredar di masyarakat mengenai fenomena "makan tabungan" atau kondisi di mana masyarakat mulai menggerus tabungan mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah situasi ekonomi saat ini. Bantahan tersebut disampaikan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner LPS, Anggito Abimanyu. Pernyataan penting ini disampaikan oleh Anggito dalam kegiatan konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
KSSK
) yang berlangsung pada hari Senin (3/8). Berdasarkan pemaparan tersebut, pihak LPS menegaskan bahwa data terbaru yang mereka miliki justru menunjukkan simpanan masyarakat, termasuk kelompok nasabah kecil, masih mencatatkan pertumbuhan yang positif.

Untuk memperkuat bantahan terhadap isu fenomena "makan tabungan" tersebut, Anggito memaparkan data pertumbuhan simpanan berdasarkan nominalnya. Salah satu data yang disajikan adalah pertumbuhan simpanan dengan nominal di bawah Rp100 juta. Kelompok simpanan di bawah Rp100 juta ini diketahui didominasi oleh rekening perorangan. Hingga bulan Juni 2026, simpanan pada kategori ini tercatat mengalami pertumbuhan sebesar 5,16 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka pertumbuhan ini menunjukkan bahwa dana yang disimpan oleh kelompok nasabah perorangan dengan skala nominal tersebut masih terus meningkat dan tidak mengalami penurunan seperti yang dikhawatirkan.

Lebih lanjut, pertumbuhan simpanan juga terlihat pada kelompok nasabah dengan saldo nominal yang lebih kecil. Anggito Abimanyu menjelaskan secara rinci bahwa simpanan dengan saldo di bawah Rp5 juta mengalami peningkatan sebesar 7,36 persen secara tahunan. Tidak hanya itu, rekening nasabah dengan saldo yang berkisar antara Rp5 juta hingga Rp10 juta juga turut mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yakni sebesar 10,01 persen. Data pertumbuhan pada saldo-saldo kecil ini menjadi bukti kuat bagi LPS untuk membantah anggapan bahwa masyarakat kelas bawah atau nasabah kecil sedang mengalami fenomena menggerus tabungan mereka demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Baca Juga

IHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)

IHSG Diproyeksikan Menguat pada Perdagangan Selasa (4/8)

Dalam kesempatan yang sama, Anggito Abimanyu juga memberikan tanggapan dan penjelasan mengenai hasil Mandiri Saving Index. Sebelumnya, hasil indeks tersebut menunjukkan adanya kontraksi pada tabungan masyarakat, yang memicu kekhawatiran publik. Menurut Anggito, perbedaan hasil ini disebabkan oleh metodologi perhitungan yang digunakan oleh Mandiri Saving Index, di mana indeks tersebut menggunakan basis Januari 2022 sebagai periode perhitungan dasarnya. Dengan demikian, perhitungan yang dilakukan membandingkan kondisi simpanan saat ini dengan kondisi pada basis Januari 2022, sehingga memunculkan hasil yang memperlihatkan adanya kontraksi pada tabungan masyarakat.

Selain pertumbuhan pada kategori nasabah kecil, peningkatan dana simpanan yang sangat besar juga terjadi pada kelompok pemilik rekening dengan nominal jumbo. Data dari LPS menunjukkan bahwa simpanan dengan nominal di atas Rp5 miliar berhasil tumbuh sebesar 15,44 persen secara tahunan. Pertumbuhan yang sangat tinggi pada kelompok rekening di atas Rp5 miliar ini memiliki peran yang sangat penting dalam industri keuangan nasional. Kenaikan simpanan pada kategori ini menjadi salah satu pendorong utama bagi pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) perbankan secara keseluruhan di Indonesia.

Baca Juga

DPR dan Pemerintah Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH Tekankan Urgensi Penyelarasan Aturan

DPR dan Pemerintah Revisi UU Pengelolaan Keuangan Haji, BPKH Tekankan Urgensi Penyelarasan Aturan

Demi menjaga keakuratan data dan stabilitas keuangan, LPS senantiasa memantau perkembangan simpanan masyarakat ini secara ketat dan berkelanjutan. Anggito menyatakan bahwa dalam melakukan pemantauan tersebut, LPS tidak bekerja sendirian. LPS bersinergi dan memantau perkembangan simpanan bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), serta Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Proses pemantauan bersama ini dilakukan dengan memanfaatkan data dari seluruh rekening perbankan yang dijamin oleh LPS, sehingga menghasilkan analisis yang menyeluruh mengenai kondisi tabungan masyarakat Indonesia saat ini.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

PerbankanKSSKLPSTabunganAnggito Abimanyu

Berita Terbaru Lainnya

Pemerintah Siapkan Tambahan DBH Rp70 Triliun untuk Pemda, Purbaya Tunggu Instruksi PresidenWabah Parasit Cyclospora Meluas di AS, Dua Orang Dilaporkan Meninggal DuniaTrump Beri Ultimatum ke Iran, Capai Kesepakatan atau Hadapi PemenggalanBea Cukai Jambi Tindak Penimbunan Rokok Ilegal, Pelaku Bayar Denda Rp250 JutaIndonesia dan Thailand Sepakat Perkuat Ketahanan dan Keamanan ASEANPemkot Madiun Bagikan 3.000 Bendera Merah Putih Gratis Sambut HUT RI ke-81Roy Suryo Kembali Uji Penetapan Tersangka Kasus Ijazah Jokowi di PN Jakarta SelatanBanjir Landa Kota Padang, Tim Gabungan Evakuasi Warga di Tiga Kecamatan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap