Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

BPK Berikan Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025 dengan Catatan

Wahyu SuryaniDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
BPK Berikan Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025 dengan Catatan
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) secara resmi memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Tahun Anggaran 2025. Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas laporan keuangan tersebut dilakukan secara langsung di Jakarta. Dokumen LHP diserahkan oleh Anggota I BPK RI yang juga menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Auditorat Keuangan Negara (AKN) IV BPK, Nyoman Adhi Suryadnyana, kepada Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Meskipun berhasil mempertahankan opini WTP, BPK tetap memberikan sejumlah catatan dan sorotan penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh Kementerian ESDM

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
, khususnya yang berkaitan dengan tata kelola keuangan serta pengelolaan denda pada sektor pertambangan.

Dalam LHP yang diserahkan tersebut, BPK mengidentifikasi beberapa area yang memerlukan perbaikan dan perhatian serius. Salah satu temuan utama BPK adalah mengenai dasar hukum penagihan dan penyetoran denda administratif atas pelanggaran kegiatan usaha pertambangan di kawasan hutan yang dinilai masih perlu disempurnakan agar memiliki landasan yang lebih kuat. Selain masalah regulasi denda tersebut, BPK juga menemukan adanya pelaksanaan pekerjaan di lapangan yang dinilai belum sepenuhnya sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku. Ketidaktertiban juga ditemukan pada pengelolaan jaminan di lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Ditjen Minerba), sehingga BPK meminta Ditjen Minerba untuk segera melakukan pembenahan secara menyeluruh.

Merespons berbagai temuan tersebut, Kementerian ESDM menunjukkan komitmen yang cukup baik dalam menindaklanjuti rekomendasi dari BPK. Hingga saat ini, Kementerian ESDM tercatat telah berhasil menindaklanjuti sebesar 82,44% dari keseluruhan rekomendasi hasil pemeriksaan yang diberikan oleh BPK. Tingkat penyelesaian rekomendasi ini tergolong tinggi karena berada di atas rata-rata nasional yang tercatat sebesar 76%. Selain itu, terkait dengan penyelesaian kasus kerugian negara, Kementerian ESDM juga telah melakukan langkah konkret dengan menyelesaikan sebanyak 88 kasus dari total 99 kasus kerugian negara yang tercatat.

Baca Juga

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah Rakyat

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah Rakyat

Opini WTP yang berhasil diraih untuk Laporan Keuangan Tahun 2025 ini tentunya tidak lepas dari berbagai capaian positif yang berhasil ditunjukkan oleh Kementerian ESDM sepanjang tahun tersebut. BPK mencatat bahwa kementerian ini telah menunjukkan komitmen tinggi dalam hal ketepatan waktu penyampaian laporan keuangan. Tidak hanya itu, kinerja keuangan Kementerian ESDM juga diperkuat oleh realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang berhasil melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya. Keberhasilan-keberhasilan ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan kinerja organisasi secara keseluruhan di lingkungan Kementerian ESDM.

BPK turut memberikan sorotan strategis mengenai pentingnya penguatan tata kelola pemerintah melalui pemanfaatan teknologi modern. BPK mendorong kementerian untuk memanfaatkan teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), analisis data, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor. Namun, dalam upaya menerapkan konsep Government 5.0 ini, BPK mengidentifikasi sejumlah tantangan nyata yang harus dihadapi. Tantangan-tantangan tersebut meliputi proses transformasi digital yang belum merata di semua lini, adanya fragmentasi data pemerintah, serta keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki keahlian di bidang kecerdasan buatan (AI). Selain itu, masalah integritas tata kelola, kapasitas SDM secara umum, keamanan siber (cybersecurity), hingga koordinasi antarlembaga juga menjadi hambatan yang perlu diselesaikan secara terintegrasi.

Baca Juga

TNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026

TNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026

Guna memastikan keberlanjutan pengawasan dan mendukung ketahanan nasional, BPK telah merencanakan langkah pengawasan berikutnya. Pada Semester II 2025, BPK akan melaksanakan pemeriksaan pendahuluan untuk mendukung pemeriksaan tematik nasional di bidang ketahanan energi. Pemeriksaan tematik ini akan mencakup beberapa sektor krusial, antara lain pengelolaan energi baru terbarukan (EBT) serta pengelolaan sumber daya mineral. Di samping itu, BPK juga akan melaksanakan pemeriksaan dengan tujuan tertentu atas pengelolaan pertambangan batu bara guna memastikan seluruh aktivitas pertambangan komoditas tersebut berjalan sesuai dengan tata kelola yang baik dan transparan.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

BPKOpini WTPkementerian esdm

Berita Terbaru Lainnya

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah RakyatTNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Orang Tua Rela Bayar Puluhan Juta RupiahDanantara Sepakati Investasi Rp44,5 Triliun dengan JBS NV untuk Garap Pasar Protein Asia PasifikPerjalanan Bisnis Matahari Department Store hingga Diakuisisi Lippo GroupTransmart Hadirkan Kembali Full Day Sale, Tawarkan Promo TV LED 43 Inci dengan Harga KhususPengadilan AS Minta Donald Trump Hentikan Pembangunan Ballroom Rp 7,16 Triliun di Gedung PutihPengguna Ponsel ROM Tiongkok Sempat Alami Kendala Pembayaran NFC di Google Wallet

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026