Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Nasional

Pengadilan AS Minta Donald Trump Hentikan Pembangunan Ballroom Rp 7,16 Triliun di Gedung Putih

Yolanda TobanDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengadilan AS Minta Donald Trump Hentikan Pembangunan Ballroom Rp 7,16 Triliun di Gedung Putih
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Pengadilan banding federal Amerika Serikat (AS) secara resmi telah meminta Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan proyek pembangunan ballroom yang terletak di sisi timur Gedung Putih. Langkah hukum ini menjadi sorotan besar karena proyek tersebut memakan anggaran yang sangat fantastis. Pembangunan ballroom di kawasan Gedung Putih tersebut dilaporkan menelan biaya mencapai US$ 400 juta, atau jika dikonversikan setara dengan Rp 7,16 triliun dengan asumsi nilai tukar Rp 17.900. Proyek megah ini kini harus terhenti sementara menyusul adanya keputusan dari lembaga peradilan federal tersebut.

Keputusan ini dikeluarkan oleh Pengadilan Banding AS untuk Wilayah Distrik Columbia. Dalam pernyataannya, pihak pengadilan menerangkan bahwa presiden bukanlah pemilik dari Gedung Putih, sehingga segala bentuk pembangunan baru di area tersebut pada dasarnya dilarang. Menurut pandangan hukum pengadilan tersebut, setiap Presiden Amerika Serikat yang menjabat hanyalah berstatus sebagai penghuni sementara dan bukan pemilik sah dari bangunan bersejarah tersebut. Oleh karena itu, pihak eksekutif tidak dapat mengubah bentuk fisik dasar dari Gedung Putih tanpa mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Kongres. Sebagai informasi, ballroom yang saat ini sedang dalam proses pembangunan di sisi timur itu direncanakan memiliki luas mencapai 8.360 meter persegi.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
Baca Juga

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah Rakyat

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah Rakyat

Lebih lanjut, pengadilan menekankan bahwa proyek konstruksi sebesar ini tidak diperbolehkan sama sekali tanpa adanya izin resmi dari pihak legislatif atau Kongres. Dalam pendapat mayoritas yang dikeluarkan oleh panel hakim, ditegaskan bahwa penentuan mengenai perlu atau tidaknya sebuah ballroom berukuran besar dibangun di lingkungan Gedung Putih merupakan wewenang penuh dari Kongres. Panel hakim menyatakan bahwa hal tersebut bukanlah sebuah keputusan atau masalah yang bisa diputuskan secara sepihak oleh cabang kekuasaan Eksekutif saja. Dengan demikian, keputusan untuk mendirikan bangunan baru di kompleks kepresidenan harus melalui proses persetujuan di tingkat legislatif terlebih dahulu.

Di sisi lain, Presiden Donald Trump memberikan pembelaan terkait urgensi dari proyek pembangunan ballroom tersebut. Trump menyatakan bahwa fasilitas baru ini sangat dibutuhkan demi menunjang sektor keamanan negara. Menurut penjelasannya, ballroom yang tengah dibangun tersebut nantinya akan difungsikan dan bertindak sebagai sebuah pusat militer. Trump juga memaparkan bahwa rencana pembangunan ballroom ini tidak hanya sekadar ruang pertemuan biasa, melainkan sebuah unit yang mengintegrasikan berbagai fasilitas vital. Di dalamnya direncanakan akan mencakup tempat perlindungan bom, fasilitas medis, serta sistem perlindungan dari serangan drone dan rudal. Semua fitur keamanan canggih tersebut disatukan ke dalam satu unit bangunan besar yang memang bernilai mahal dan sangat kompleks.

Baca Juga

TNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026

TNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026

Menanggapi keputusan dari Pengadilan Banding AS untuk Wilayah Distrik Columbia yang meminta penghentian proyek tersebut, Donald Trump tidak tinggal diam dan bersiap mengambil langkah hukum lanjutan. Melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, Trump mengumumkan secara terbuka bahwa dirinya akan mengajukan banding atas putusan pengadilan tersebut. Trump menyatakan akan membawa kasus sengketa pembangunan ballroom ini ke tingkat yang lebih tinggi, yaitu Mahkamah Agung Amerika Serikat. Dengan rencana banding ini, perselisihan hukum mengenai pembangunan fasilitas senilai triliunan rupiah di Gedung Putih dipastikan akan terus berlanjut hingga ke pengadilan tertinggi di negara tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Donald TrumpMahkamah Agung AS

Berita Terbaru Lainnya

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah RakyatTNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Orang Tua Rela Bayar Puluhan Juta RupiahDanantara Sepakati Investasi Rp44,5 Triliun dengan JBS NV untuk Garap Pasar Protein Asia PasifikPerjalanan Bisnis Matahari Department Store hingga Diakuisisi Lippo GroupTransmart Hadirkan Kembali Full Day Sale, Tawarkan Promo TV LED 43 Inci dengan Harga KhususBPK Berikan Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025 dengan CatatanPengguna Ponsel ROM Tiongkok Sempat Alami Kendala Pembayaran NFC di Google Wallet

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026