Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBeritaPopuler
Beranda/Teknologi

Pengguna Ponsel ROM Tiongkok Sempat Alami Kendala Pembayaran NFC di Google Wallet

Marthen PalutunganDiterbitkan 9 Agu 2026 - 07.00 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Pengguna Ponsel ROM Tiongkok Sempat Alami Kendala Pembayaran NFC di Google Wallet
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Pengguna sejumlah ponsel pintar dengan ROM Tiongkok sempat melaporkan kendala saat menggunakan fitur pembayaran nirsentuh melalui Google Wallet. Masalah yang dilaporkan ini secara khusus berkaitan dengan fitur tap-to-pay yang memanfaatkan teknologi Near Field Communication atau NFC. Kendala tersebut sempat memicu kekhawatiran di kalangan pengguna mengenai kompatibilitas perangkat lunak asal Tiongkok dengan ekosistem layanan Google, terutama untuk keperluan transaksi finansial sehari-hari secara digital. Namun, hingga saat ini, tidak ada keterangan resmi dari pihak Google yang menyatakan adanya kebijakan khusus untuk memblokir seluruh perangkat dengan ROM Tiongkok.

Keluhan terkait kegagalan transaksi nirsentuh ini ternyata tidak hanya terbatas pada pengguna perangkat dengan ROM Tiongkok saja. Pada Juli 2026, pengguna beberapa perangkat Android

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisPeristiwaNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiHiburanBerita

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap
lainnya juga melaporkan munculnya pesan peringatan yang menyatakan bahwa perangkat mereka tidak memenuhi standar keamanan untuk melakukan pembayaran nirsentuh. Peringatan tersebut tetap muncul meskipun ponsel yang digunakan berstatus resmi dan sama sekali tidak mengalami modifikasi sistem. Merespons keluhan tersebut, Google memberikan penjelasan melalui salah satu forum komunitas bahwa masalah Google Wallet pada perangkat tertentu telah berhasil diselesaikan. Google pun menyarankan agar para pengguna selalu memastikan aplikasi Wallet mereka tetap diperbarui ke versi terbaru.

Untuk dapat menggunakan fitur transaksi dengan lancar, Google Wallet menetapkan beberapa persyaratan teknis dan keamanan yang ketat. Ponsel pintar milik pengguna harus mendukung fitur NFC dan memastikannya dalam kondisi aktif. Selain itu, pengguna wajib menyetel Google Wallet sebagai aplikasi pembayaran utama serta memiliki metode pembayaran yang didukung. Google juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap standar keamanan dan sertifikasi perangkat. Perangkat yang tidak tersertifikasi atau menggunakan perangkat lunak yang telah dimodifikasi鈥攕eperti perangkat dengan bootloader terbuka, memiliki akses root, menggunakan custom ROM, atau perangkat lunak lain yang tidak disetujui鈥攄apat mengalami pembatasan karena dianggap tidak memenuhi standar keamanan Google Wallet.

Baca Juga

Dampak Badai Matahari Ekstrem Berpotensi Dua Kali Lebih Besar dari Perkiraan

Dampak Badai Matahari Ekstrem Berpotensi Dua Kali Lebih Besar dari Perkiraan

Di samping permasalahan Google Wallet, terdapat perkembangan lain dari ekosistem layanan Google. Perusahaan teknologi raksasa tersebut dilaporkan telah menarik kembali fitur eksperimental berbasis kecerdasan buatan (AI) di Google Earth. Langkah ini diambil oleh Google guna mencegah penyebaran informasi visual palsu serta menjaga integritas data geografis yang disajikan. Masih di sektor teknologi dan pendidikan, Nadiem Makarim dikabarkan tengah menjalani sidang banding terkait perkara pengadaan perangkat Chromebook di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kasus ini menjadi perhatian publik terkait dengan pengadaan infrastruktur teknologi di lingkungan pendidikan nasional.

Ketegangan di sektor teknologi juga terjadi dalam hubungan internasional antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Beijing dilaporkan telah menjatuhkan sanksi balasan terhadap sejumlah perusahaan asal Amerika Serikat serta memperketat kebijakan ekspor drone. Kebijakan ini diambil sebagai respons atas berbagai kebijakan yang diterapkan Washington terhadap firma-firma asal Tiongkok. Akibatnya, ekspor drone, komponen utama, serta teknologi terkait yang masuk dalam daftar pengawasan barang dwiguna dari Tiongkok ke Amerika Serikat kini harus menjalani pemeriksaan yang sangat ketat untuk setiap kasus. Di sisi lain, Pentagon juga tengah menyusun strategi senjata nuklir baru yang berfokus pada pengembangan senjata taktis jarak pendek guna mengantisipasi potensi konflik regional dengan Rusia atau Tiongkok.

Baca Juga

Eks Persija Poles 23 Pemain Muda Banteng Jakarta FC Menuju Soekarno Cup 2026

Eks Persija Poles 23 Pemain Muda Banteng Jakarta FC Menuju Soekarno Cup 2026

Selain perkembangan teknologi dan geopolitik, berbagai peristiwa alam dan sains juga menjadi sorotan global. Bencana alam terus menjadi ancaman serius bagi kemanusiaan, di mana data dari United Nations menunjukkan bahwa bencana alam telah menewaskan sekitar 700.000 orang dalam kurun waktu satu dekade terakhir. Salah satu peristiwa terbaru adalah terjangan Topan Dolphin di Okinawa, Jepang, yang melukai enam orang dan memicu pemadaman listrik secara luas. Sementara itu, Tiongkok juga telah menutup pelabuhan-pelabuhan mereka dan bersiap menghadapi pendaratan badai tersebut. Di tengah ancaman bencana ini, sektor ketenagakerjaan juga masih menghadapi tantangan besar dengan dominasi pekerja sektor informal yang rentan, yang mencapai angka 59,30%. Di sisi lain, dunia sains mencatatkan penemuan penting ketika para ilmuwan berhasil menemukan bahwa tanaman Saxifraga candelabrum merupakan tumbuhan pemakan daging, sebuah temuan yang membuktikan hipotesis berusia 150 tahun yang dikemukakan oleh Charles Darwin.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Android

Berita Terbaru Lainnya

Mimpi Anak Petani, Ismi Ulfaida Jadi Paskibraka Pertama dari Sekolah RakyatTNI-Polri Selidiki Penembakan Warga di Sekitar Lokasi Festival Budaya Lembah Baliem 2026Tren Kamp Kecerdasan Finansial Anak di China, Orang Tua Rela Bayar Puluhan Juta RupiahDanantara Sepakati Investasi Rp44,5 Triliun dengan JBS NV untuk Garap Pasar Protein Asia PasifikPerjalanan Bisnis Matahari Department Store hingga Diakuisisi Lippo GroupTransmart Hadirkan Kembali Full Day Sale, Tawarkan Promo TV LED 43 Inci dengan Harga KhususPengadilan AS Minta Donald Trump Hentikan Pembangunan Ballroom Rp 7,16 Triliun di Gedung PutihBPK Berikan Opini WTP atas Laporan Keuangan Kementerian ESDM 2025 dengan Catatan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

Nasional

Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan Madura

3 Agu 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  3. 3Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  4. 4Menko AHY Desak Investigasi Menyeluruh atas Kebakaran KM Mutiara Sentosa di Perairan MaduraNasional 路 3 Agu 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026