PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan tonggak sejarah panjang dalam pembiayaan sektor perumahan nasional. Sejak tahun 1976 hingga saat ini, BTN telah menyalurkan pembiayaan untuk lebih dari 6 juta rumah bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
Penyaluran kredit perumahan tersebut memperkuat posisi BTN Group sebagai pemain dominan di industri properti Tanah Air. Saat ini, BTN Group menguasai sekitar 38 persen pangsa pasar Kredit Pemilikan Rumah (KPR) secara nasional, serta memimpin lebih dari 70 persen pangsa pasar KPR subsidi.
Komitmen pembiayaan hunian terus berlanjut sepanjang 2026. Dalam periode tahun berjalan tersebut, BTN Group tercatat telah menyalurkan lebih dari 100.000 unit KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Kejar Swasembada Bawang Putih, Kementan Kirim Tim Pencari Bibit ke China dan India

Penyaluran Pembiayaan dan Keterhunian di Daerah
Ekspansi pembiayaan rumah bersubsidi juga bergulir aktif di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi. Hingga Juni 2026, BTN telah membukukan sebanyak 1.517 unit KPR di wilayah Jambi dengan total nilai plafon mencapai sekitar Rp240,99 miliar.
Salah satu wujud realisasi penyaluran di wilayah tersebut berlangsung melalui kemitraan dengan pengembang LIP House dalam seremoni akad massal KPR BTN Bersubsidi bertajuk "250 Dreams Unlocked". Acara yang digelar di Perumahan Grand Citra Asri Pudak, Kabupaten Muaro Jambi, memfasilitasi akad KPR subsidi bagi 250 debitur yang langsung menerima kunci untuk segera menempati hunian mereka.
Perluasan akses rumah layak huni ini ditopang oleh skema kebijakan pembiayaan pemerintah, mencakup program KPR FLPP dengan suku bunga tetap 5 persen sepanjang tenor, Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM) sebesar Rp4 juta, Kredit Program Perumahan (KPP), hingga insentif perpajakan dan perizinan seperti PPN, BPHTB, dan PBG.
Global Masih Gelap, Bos BI Bicara soal Prospek Ekonomi RI

Efektivitas penyaluran hunian bersubsidi di daerah turut tecermin dari tingkat pemanfaatan fisik bangunan. Merujuk data Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), tingkat keterhunian rumah FLPP di Provinsi Jambi menyentuh angka 95,07 persen, melampaui rata-rata keterhunian nasional yang berada di level 94,02 persen. Kawasan Perumahan Grand Citra Asri Pudak juga menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam pemantauan keterhunian BP Tapera bersama BTN Kantor Cabang Jambi pada Agustus 2026.
Langkah kolaborasi dalam penyediaan rumah subsidi ini melibatkan sinergi antara perbankan, pengembang, dan pemerintah daerah, sebagaimana diupayakan oleh Direktur Consumer Banking BTN Hirwandi Gafar, CEO LIP House Raymond Tanoto, serta Wali Kota Jambi Maulana guna memastikan masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan kepastian hunian.






