Ketidakpastian ekonomi dunia kembali meningkat seiring memanasnya tensi geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran pada awal Juli, yang mengancam kesepakatan damai sementara perantara kedua negara pada pertengahan Juni 2026. Kondisi tersebut memperberat laju pemulihan ekonomi internasional yang dibayangi tekanan inflasi dan pengetatan likuiditas.
Bank Indonesia mencatat prospek pertumbuhan ekonomi global pada 2026 masih tertahan di level lemah sebesar 3 persen. Perlambatan terjadi di berbagai kawasan, dengan pertumbuhan ekonomi negara maju diperkirakan hanya mencapai 1,7 persen, sementara kelompok negara berkembang atau emerging market melambat ke kisaran 3,9 persen. Pada saat yang sama, lonjakan tensi global mendorong inflasi dunia bertahan di level tinggi sekitar 4,5 persen.
Kombinasi tingginya suku bunga acuan di Amerika Serikat, pelarian modal dari pasar berkembang menuju instrumen safe haven AS, serta peningkatan risiko geopolitik memberikan tekanan depresiasi terhadap mata uang global, termasuk rupiah.
BTN Telah Salurkan Kredit buat Lebih dari 6 Juta Rumah di RI

Prospek Pertumbuhan Domestik
Di tengah pemburukan iklim eksternal, Bank Indonesia memproyeksikan perekonomian nasional tetap berdaya tahan. Untuk keseluruhan tahun 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan berada pada rentang 4,9 persen hingga 5,7 persen. Kinerja ini kemudian diperkirakan meningkat pada 2027 ke kisaran 5,2 persen hingga 6 persen, ditopang oleh penguatan keyakinan pelaku usaha serta realisasi investasi khusus dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Ketahanan tersebut berkaca pada kinerja semester pertama tahun berjalan. Ekonomi domestik tercatat tumbuh sebesar 5,6 persen pada kuartal I-2026 dan berlanjut di level 5,29 persen pada kuartal II-2026.
Kejar Swasembada Bawang Putih, Kementan Kirim Tim Pencari Bibit ke China dan India

Penopang utama aktivitas ekonomi dalam negeri bersumber dari konsumsi pemerintah yang tetap ekspansif melalui peningkatan belanja pegawai, termasuk pencairan gaji ke-13, serta realisasi pengadaan barang dan jasa untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Indikator dini pada awal semester kedua juga menunjukkan sinyal positif, ditandai dengan kenaikan Indeks Ekspektasi Penghasilan (IEP) serta Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juli 2026.






