Keputusan mengejutkan datang dari grup musik asal Korea Selatan, BTS, yang secara resmi memutuskan untuk menarik karya mereka dari ajang penghargaan Grammy Awards 2027. Langkah ini diambil menyusul pengumuman dari Recording Academy mengenai kehadiran kategori kompetisi baru bertajuk Best Asian Pop Music Performance. Kategori baru tersebut dijadwalkan akan resmi mulai dilombakan pada ajang Grammy Awards ke-69 yang diselenggarakan pada tahun depan. Keputusan ini memunculkan beragam reaksi di industri musik, mengingat posisi BTS sebagai salah satu figur paling menonjol di kancah global.
Penarikan diri BTS ini dilatarbelakangi oleh pandangan para anggotanya mengenai bagaimana karya seni seharusnya dinilai di panggung dunia. Para anggota BTS menyatakan harapan mereka agar musik dapat dihargai atas nilai dan kualitasnya sendiri, bukan ditentukan oleh batasan wilayah geografi maupun bahasa. Hal ini menjadi sorotan lantaran album terbaru mereka yang bertajuk Arirang didominasi oleh lirik berbahasa Inggris. Keputusan ini juga menandai babak baru setelah riwayat panjang keikutsertaan mereka di ajang Grammy. Sebelumnya, antara tahun 2021 hingga 2023, BTS mencetak sejarah dengan meraih tiga nominasi berturut-turut melalui lagu hit Dynamite dan Butter. Namun sayangnya, dari tiga nominasi tersebut, mereka belum berhasil membawa pulang piala penghargaan.
Di luar panggung penghargaan, eksistensi BTS sebagai musisi dunia tetap menjadi sorotan. Hal ini dibuktikan ketika para anggota BTS tampil menghibur penonton di salah satu panggung olahraga terbesar dunia. Mereka tercatat tampil selama pertandingan final turnamen sepak bola Piala Dunia 2026 yang mempertemukan tim nasional Spanyol dan Argentina. Penampilan bersejarah tersebut berlangsung di Stadion New York/New Jersey yang berlokasi di East Rutherford pada tanggal 19 Juli 2026.
Penumpang Pesawat di Bandara Juanda Sembunyikan Anak Monyet dalam Koper Bagasi

Dari sudut pandang penyelenggara, Recording Academy menilai pengenalan kategori Best Asian Pop Music Performance sebagai respons terhadap dinamika industri yang terus berubah. CEO Recording Academy, Harvey Mason Jr., menyatakan bahwa perubahan ini terinspirasi dari komunitas musik mereka. Komunitas tersebut menyampaikan kebutuhan akan lebih banyak kesempatan untuk merayakan genre musik yang baru dan berbeda. Lebih lanjut, Harvey Mason Jr. mendeskripsikan musik pop Asia sebagai salah satu kekuatan paling signifikan dan bertahan lama di industri musik global saat ini.
Reaksi terhadap pembentukan kategori baru ini memicu diskusi hangat di kalangan pelaku industri musik Korea Selatan. Sebuah pernyataan dari perwakilan agensi K-pop ternama di Korea yang disampaikan kepada The Korea Times menyebutkan bahwa kategori baru ini disambut baik. Perwakilan tersebut meyakini bahwa langkah ini akan menjadi batu loncatan besar bagi para artis baru. Meski demikian, muncul kekhawatiran dari sebagian pihak bahwa kategori spesifik ini berpotensi membatasi langkah musisi Asia untuk bersaing secara bebas di kategori umum pada masa mendatang.
Pimpinan Partai Sudah Komunikasi Bahas RUU Pemilu, Opsi Threshold 4-5% Menguat

Sebagai bukti bahwa musisi Asia mampu bersaing di kategori utama, ajang Grammy Awards ke-68 pada bulan Februari lalu telah mencatat sejumlah pencapaian signifikan. Ros茅 dari grup BLACKPINK berhasil meraih nominasi berkat lagu kolaborasinya bersama Bruno Mars yang berjudul APT. Selain itu, lagu tema dari film animasi Netflix, KPop Demon Hunters, juga sukses masuk ke dalam kategori besar. Kehadiran kategori Best Asian Pop Music Performance pada tahun depan kini menjadi babak penentu bagaimana industri musik global mengapresiasi keberagaman karya tanpa menciptakan sekat pembeda.






