PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) secara resmi mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota jajaran direksinya, Budiawansyah. Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan perseroan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Budiawansyah melepaskan jabatannya sebagai Direktur sekaligus Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer. Perubahan dalam susunan manajemen emiten pertambangan nikel ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan dan pelaku pasar modal.
Pihak manajemen PT Vale Indonesia Tbk. mengonfirmasi bahwa surat pengunduran diri Budiawansyah telah diterima secara resmi pada tanggal 20 Agustus 2026. Di dalam keterbukaan informasi tersebut dijelaskan bahwa pengunduran diri ini merupakan keputusan pribadi yang diambil atas dasar pertimbangan keluarga. Sebagai kelanjutan dari proses formal korporasi, perseroan akan mengajukan permohonan pengunduran diri ini guna memperoleh persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan yang akan datang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menanggapi pengunduran diri tersebut, manajemen PT Vale Indonesia Tbk. memastikan bahwa langkah ini tidak memengaruhi stabilitas kinerja perseroan. Manajemen menegaskan bahwa mundurnya Budiawansyah tidak menimbulkan dampak yang merugikan terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan secara menyeluruh. Dengan demikian, kegiatan bisnis operasional perseroan tetap berjalan normal.
IHSG Happy Weekend, Ditutup Naik 0,37% ke Level 6.525

Sebelum memutuskan untuk mengundurkan diri, Budiawansyah tercatat memangku jabatan sebagai Direktur perseroan untuk masa bakti periode Juli 2025 hingga 2028. Pria berusia 47 tahun ini memiliki rekam jejak akademis yang kuat di bidang teknik dan keselamatan kerja. Budiawansyah menempuh pendidikan jenjang Sarjana (S1) di jurusan Teknik Kimia UPN "Veteran" Yogyakarta, kemudian melanjutkan pendidikannya ke jenjang Magister (S2) bidang Kesehatan dan Keselamatan Kerja di Universitas Indonesia.
Perjalanan karier Budiawansyah di sektor industri diawali saat ia bekerja sebagai Process Quality Engineer di PT Digitone Indonesia pada rentang tahun 2002 hingga 2004. Setelah itu, ia bergabung dengan PT Vale dan mendedikasikan waktu lebih dari dua dekade untuk berkarier di perusahaan pertambangan tersebut. Budiawansyah mengawali kiprahnya di PT Vale sebagai Senior Process Engineer dari tahun 2004 hingga 2010, sebelum dipromosikan menjadi Manajer Umum Operation & Maintenance Improvement pada periode 2011 hingga 2013.
Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif

Kariernya di PT Vale terus menanjak melalui berbagai posisi penting. Pada kurun waktu 2013 hingga 2018, Budiawansyah dipercaya mengemban tugas sebagai Wakil Kepala Teknik Tambang merangkap Manajer Umum Health, Safety & Emergency Response. Selanjutnya, pada tahun 2018 hingga 2020, ia menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang merangkap Kepala Health, Safety, Environment & Operational Risk. Pengalaman kepemimpinannya meluas ke tingkat regional saat ia menduduki posisi Kepala Teknik Tambang - Health, Safety, Environment & Operational Risk untuk Vale Wilayah Asia Pasifik (APAC) pada periode 2020 hingga 2021.
Sebelum akhirnya dipercaya masuk ke jajaran direksi perseroan, Budiawansyah juga memegang tanggung jawab strategis di bidang perizinan dan hubungan kelembagaan. Ia menjabat sebagai Kepala Strategic Permit and General Affairs pada 2021 hingga 2024, serta Kepala Institutional Relation & Permits pada periode 2024 hingga 2025. Rangkaian pengalaman panjang selama lebih dari dua puluh tahun tersebut menjadi fondasi utama dalam perjalanannya bersama PT Vale Indonesia Tbk.






