Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiPendidikanBusinessNationalPopuler
Beranda/Business

Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif

Marthen PalutunganDiterbitkan 22 Agu 2026 - 06.02 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Persaingan Perbankan Makin Sengit, Asbanda Ingin BPD Lebih Kompetitif
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) menegaskan bahwa Bank Pembangunan Daerah (BPD) di seluruh Indonesia tidak membutuhkan perlakuan proteksi khusus di tengah persaingan perbankan yang kian ketat. BPD membutuhkan kesempatan yang setara atau level playing field dalam berbagai program serta transaksi pemerintah. Penegasan ini disampaikan oleh Ketua Umum Asbanda, Agus Haryoto Widodo, dalam seminar bertajuk "Dukungan Pemerintah terhadap Penguatan Likuiditas BPD dalam Meningkatkan Stabilitas Sistem Keuangan Nasional" yang diselenggarakan di Bengkulu pada Jumat, 21 Agustus 2026. Agus menekankan bahwa BPD harus mampu bersaing secara sehat berdasarkan kualitas layanan, kapabilitas digital, tata kelola, hingga manajemen risiko.

Peran BPD dalam menopang perekonomian daerah tercermin dari skala kinerja keuangan konsolidasi yang terus bertumbuh. Berdasarkan data hingga Juni 2026, total aset dari 27 BPD telah mencapai sekitar Rp1.043 triliun. Pada periode yang sama, penyaluran kredit tercatat menyentuh angka sekitar Rp673 triliun, didukung oleh penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai sekitar Rp770 triliun. BPD memegang posisi strategis karena portofolio pembiayaannya menyasar langsung sektor-sektor esensial bagi masyarakat daerah, mulai dari usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pangan, perumahan, kesehatan, pendidikan, transportasi, hingga pembangunan infrastruktur.

Kendati membukukan aset dan penyaluran kredit yang besar, struktur likuiditas BPD memiliki karakteristik tersendiri karena sangat berkaitan dengan siklus fiskal daerah, Transfer ke Daerah (TKD), APBD, serta transaksi dalam ekosistem pemerintah daerah. Dinamika tersebut menyebabkan BPD rentan menghadapi tekanan likuiditas pada periode-periode tertentu. Tekanan likuiditas ini berpotensi meningkatkan biaya dana atau cost of fund, yang pada akhirnya dapat membatasi kemampuan BPD untuk menawarkan suku bunga pembiayaan dengan harga yang kompetitif kepada para debitur dan pelaku usaha di daerah.

Baca Juga

Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia (INCO), Ini Penjelasan dan Rekam Jejaknya

Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia (INCO), Ini Penjelasan dan Rekam Jejaknya

Menanggapi situasi tersebut, Asbanda mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara efisiensi kebijakan di tingkat pusat (central efficiency) dan ketahanan keuangan daerah (regional financial resilience) dalam perumusan kebijakan fiskal serta distribusi dana pemerintah. Keseimbangan ini diperlukan agar aktivitas perekonomian dan likuiditas perbankan tetap mampu menghasilkan efek pengganda yang optimal bagi daerah. Selain itu, Asbanda mendorong agar penempatan dana pemerintah pada BPD tidak hanya berfungsi sebagai instrumen likuiditas pasif, tetapi diarahkan secara langsung untuk memperkuat penyaluran kredit ke sektor-sektor prioritas yang produktif.

Dari sisi kerja sama antarlembaga, Asbanda mengidentifikasi perlunya peningkatan kolaborasi antar-BPD guna memperkokoh struktur keuangan secara kolektif. Sinergi ini dapat diwujudkan melalui kerja sama pengelolaan likuiditas, partisipasi di pasar uang, transaksi repo, aktivitas treasury, hingga penyaluran sindikasi pembiayaan bersama. Melalui kolaborasi tersebut, keterbatasan kapasitas individual bank daerah dapat diatasi tanpa mengorbankan stabilitas neraca masing-masing lembaga.

Baca Juga

KAI Bangun Hunian 24 Lantai di Manggarai, Harga di Bawah Rp600 Juta

KAI Bangun Hunian 24 Lantai di Manggarai, Harga di Bawah Rp600 Juta

Penguatan internal juga harus dibarengi dengan akselerasi transformasi digital yang berkelanjutan di seluruh lini layanan BPD. Bank daerah dituntut untuk memperkuat ketahanan keamanan siber, menyempurnakan tata kelola perusahaan, serta meningkatkan standar manajemen risiko. Di samping itu, BPD diharapkan terus mendongkrak porsi dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) yang bersumber dari masyarakat umum dan dunia usaha, sehingga struktur pendanaan menjadi lebih stabil dan efisien dalam menunjang ekspansi pembiayaan jangka panjang.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Berita Terbaru Lainnya

Budiawansyah Mundur dari Kursi Direksi Vale Indonesia (INCO), Ini Penjelasan dan Rekam JejaknyaMengenal Penyebab Matahari Merah di Palangka Raya, karena Kebakaran dan Efek Optik AtmosferCek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASALive Streaming Futsal Timnas Indonesia vs Noia Spanyol 2026 Tayang di YouTube Sport77 OfficialKAMMI Tolak Rencana Demo 27 Agustus di DPR RI Demi Jaga Ketertiban UmumOrmas-ormas Pati Gelar Doa Bersama, Kompak Sepakat Jaga KondusivitasRektor Unsoed dan Lima Orang Lainnya Ditetapkan Jadi Tersangka Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru oleh KPKBSI Catatkan Kinerja Solid di Semester I 2026, Jumlah Nasabah Capai Rekor Tertinggi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

Teknologi

RMIT Dorong Industri Game Indonesia Naik Kelas di Tengah Potensi 153 Juta Pemain

1 Agu 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  3. 3Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiPendidikanBusinessNational

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap