Berbagai organisasi massa (ormas) di Kabupaten Pati berkumpul dan menggelar doa bersama di Alun-alun Pati pada Jumat (21/8/2026). Para peserta dari berbagai ormas tersebut mulai berdatangan ke lokasi sejak pukul 19.45 WIB dengan mengenakan kostum identitas organisasi masing-masing. Pertemuan ini diselenggarakan untuk menyuarakan komitmen dan sikap bersama dalam mewujudkan Kabupaten Pati yang damai, aman, kondusif, dan bermartabat.
Acara doa bersama dan pernyataan sikap tersebut secara resmi dibuka dengan sambutan dari Ketua Panitia, Ahmad Sulaim Habibi. Dalam pidatonya dari atas panggung, Ahmad Sulaim Habibi mengajak seluruh peserta yang hadir untuk bersama-sama memanjatkan doa demi kebaikan daerah. Ia menyerukan agar Kabupaten Pati senantiasa berada dalam kondisi yang adem, tenteram, damai, kondusif, serta tetap bermartabat bagi seluruh warganya.
Suasana khidmat terlihat saat para peserta menyalakan lilin serta lampu ponsel mereka masing-masing ketika bersama-sama membacakan pernyataan sikap. Pembacaan ikrar dan deklarasi sikap bersama tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Rois Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pati, KH Abdul Majid. Seluruh ormas yang hadir menegaskan komitmen kuat untuk menjaga Kabupaten Pati agar tetap aman, damai, kondusif, dan bermartabat sebagai rumah bersama bagi seluruh lapisan masyarakat.
KAMMI Tolak Rencana Demo 27 Agustus di DPR RI Demi Jaga Ketertiban Umum

Dalam naskah pernyataan sikap yang dibacakan, elemen ormas menyatakan dukungan penuh terhadap kebebasan menyampaikan pendapat di muka umum karena hak tersebut telah dijamin oleh konstitusi. Namun, mereka secara tegas menolak segala bentuk penyampaian aspirasi yang dilakukan melalui cara-cara provokatif, intimidatif, anarkis, dan tidak beretika, serta hal-hal yang berpotensi memecah belah persatuan masyarakat. Penyampaian pendapat hendaknya senantiasa mengedepankan jalur dialog, musyawarah, penghormatan terhadap hukum, serta menjaga adat, etika, dan budaya yang santun.
Selain itu, KH Abdul Majid mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk senantiasa menempatkan kepentingan persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia di atas kepentingan kelompok maupun kepentingan sesaat. Perbedaan pendapat ditegaskan sebagai bagian dari demokrasi, tetapi perbedaan tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menghadirkan perpecahan ataupun kegaduhan. Masyarakat diharapkan dapat bersama-sama menjaga ruang demokrasi agar tetap beradab.
Rektor Unsoed dan Lima Orang Lainnya Ditetapkan Jadi Tersangka Pemerasan Penerimaan Mahasiswa Baru oleh KPK

KH Abdul Majid juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh berbagai informasi yang belum terverifikasi maupun isu-isu yang menyesatkan. Melalui pernyataan bersama ini, ormas-ormas Pati menyatakan dukungan kepada aparat penegak hukum agar dapat menjalankan tugas secara profesional, adil, dan tegas dalam memelihara keamanan dan ketertiban serta melindungi hak konstitusi setiap warga negara.
Sebagai penutup pernyataan sikap, seluruh warga Kabupaten Pati diajak untuk memusatkan energi serta pikiran dalam menjaga perdamaian dan membangun daerah sendiri. Warga juga diimbau agar tidak mudah terpengaruh atau ikut terlibat dalam berbagai aksi di luar daerah yang memiliki potensi menimbulkan polarisasi di tengah masyarakat.






