PT Bank Syariah Indonesia Tbk (Persero) atau BSI menorehkan pencapaian kinerja yang solid pada penutupan Semester I tahun 2026. Pertumbuhan jumlah nasabah perseroan memperlihatkan tren positif yang konsisten sejak awal tahun, tepatnya mulai Januari 2026. Akselerasi penambahan nasabah baru semakin nyata setelah BSI menyelesaikan agenda transformasi teknologi. Memasuki Mei 2026, laju pertambahan nasabah baru tercatat melampaui 200 ribu orang setiap bulannya. Puncaknya, hingga posisi akhir Juni 2026, BSI berhasil melayani total 24,3 juta nasabah, yang menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah operasional perseroan.
Kinerja operasional yang kuat tersebut sejalan dengan perolehan hasil keuangan yang impresif hingga paruh pertama tahun 2026. BSI mencatatkan laba bersih sebesar Rp4,16 triliun sampai dengan Juni 2026, atau mengalami kenaikan sebesar 11 persen secara tahunan (year-on-year). Selain perolehan laba bersih, total aset BSI berhasil menembus angka Rp464,5 triliun. Dari sisi penghimpunan dana, Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikumpulkan perseroan menyentuh angka Rp393 triliun, yang sebagian besar ditopang oleh dana murah atau CASA senilai Rp238 triliun. Komposisi dana murah yang kuat ini memberikan dampak positif terhadap efisiensi perbankan, sehingga beban dana atau Cost of Fund (CoF) BSI dapat ditekan ke level 2,19 persen.
OJK Dorong Rekening SimPel Jadi Latihan Mandiri Finansial Pelajar NTT

Pada saat yang sama, BSI juga membukukan pendapatan berbasis komisi atau Fee Based Income sebesar Rp4,1 triliun hingga akhir Semester I 2026. Penyaluran pembiayaan perseroan terdiversifikasi secara luas ke berbagai lini bisnis perbankan. Segmen pembiayaan konsumer menjadi kontributor terbesar dengan capaian sebesar Rp189,25 triliun, diikuti oleh segmen pembiayaan korporasi atau wholesale yang mencapai Rp95 triliun, serta segmen pembiayaan ritel sebesar Rp55,83 triliun. Kualitas aset dari portofolio pembiayaan tersebut tetap terjaga dengan sangat baik, tercermin dari rasio NPF Gross di level 1,80 persen dan rasio NPF Net sebesar 0,33 persen.
Transformasi digital menjadi pilar utama yang menyokong pertumbuhan dan efisiensi operasional BSI. Layanan teknologi perseroan kini berpusat pada aplikasi super BYOND by BSI yang telah mencatatkan lebih dari satu miliar kali login sepanjang tahun 2026. Di dalam ekosistem aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat memanfaatkan berbagai fitur unggulan, seperti layanan Nabung Rutin Haji hingga layanan Gadai dari Cicil Emas. Kehadiran ragam fitur emas ini sejalan dengan posisi BSI yang memegang perizinan ganda atau dual licence sebagai bank syariah sekaligus bank emas (bulion).
RI Kejar IEU CEPA Mulai Tahun Depan, 90,4% Pos Tarif Langsung Jadi 0%

Selain aplikasi super BYOND by BSI, inovasi digital perseroan diperluas melalui penyediaan fasilitas Hasanah KKI Card Digital. Produk ini dirancang sebagai fasilitas pembiayaan virtual tanpa wujud kartu fisik, di mana nasabah dapat mengakses limit pembiayaan hingga Rp100 juta secara waktu nyata (real time). Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menegaskan bahwa besarnya nilai investasi perseroan dalam beberapa tahun terakhir diarahkan untuk terus memperkuat infrastruktur teknologi serta menghadirkan layanan perbankan yang optimal bagi seluruh lapisan masyarakat.






