Langit Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, memperlihatkan pemandangan tidak biasa pada Kamis (20/8/2026) sore ketika piringan matahari tampak berwarna merah menyala di balik selimut kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Munculnya pemandangan ini memicu pertanyaan publik seputar penyebab matahari merah di Palangka Raya, karena kebakaran atau akibat perubahan tertentu di luar angkasa. Untuk memahami fenomena tersebut secara tepat, masyarakat dapat menelusuri proses ilmiah serta indikator atmosfer yang memengaruhinya.
Langkah pertama untuk memahami fenomena ini adalah mencermati interaksi cahaya dengan partikel polutan di udara. BMKG Palangka Raya menerangkan bahwa partikel-partikel asap karhutla yang melayang di atmosfer dapat memengaruhi cahaya matahari yang mencapai permukaan bumi. Berkas sinar matahari tersusun atas berbagai panjang gelombang warna. Saat melintasi udara yang dipenuhi partikel asap tebal, spektrum dengan gelombang pendek seperti warna biru akan tersebar ke segala arah secara masif. Sementara itu, gelombang cahaya yang lebih panjang, khususnya spektrum merah dan jingga, memiliki daya tembus yang lebih tinggi sehingga relatif lebih banyak yang berhasil lolos dan sampai ke mata pengamat di darat.
Cek Citra Satelit Kebakaran Hutan di Kalimantan dari Web NASA

Langkah kedua adalah memperhatikan posisi matahari di langit. Penampakan warna merah menyala di Palangka Raya terlihat sangat mencolok ketika matahari mulai berada pada posisi rendah menjelang terbenam pada sore hari. Kondisi ini terjadi karena ketika matahari berada di dekat garis cakrawala, sinar matahari harus melewati lintasan lapisan atmosfer yang jauh lebih panjang sebelum mencapai mata manusia. Jarak tempuh cahaya yang lebih panjang di tengah udara yang pekat oleh asap karhutla membuat hamburan spektrum gelombang pendek berlangsung semakin intensif, sehingga warna merah menjadi rona utama yang tertangkap pandangan.
Langkah ketiga adalah memeriksa kondisi lingkungan dan citra sebaran partikel asap di wilayah setempat. Munculnya fenomena matahari merah tersebut sejalan dengan pantauan citra sebaran asap pada Kamis sore yang memperlihatkan sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah tertutup asap akibat karhutla. Menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), kebakaran hutan dan lahan saat ini tidak hanya terjadi di Pulau Kalimantan, melainkan juga terpantau di Bangka Belitung dan Jawa Timur. Konsentrasi partikel pembakaran yang meluas inilah yang menciptakan medium penyaring cahaya di langit daerah terdampak.
Live Streaming Futsal Timnas Indonesia vs Noia Spanyol 2026 Tayang di YouTube Sport77 Official

Langkah terakhir adalah memastikan kejelasan status fisik benda langit tersebut. Perlu dipahami bahwa warna merah yang terlihat bukan menandakan matahari mengalami perubahan kondisi fisik secara langsung, melainkan murni efek optik akibat interaksi berkas cahaya dengan partikel di atmosfer bumi. Fenomena optik serupa juga bisa terjadi di kawasan lain apabila udara mengandung konsentrasi kabut alami, debu tebal, maupun aerosol dalam volume tinggi. Dengan mengamati prinsip hamburan cahaya, sudut datang sinar matahari, serta tingkat kepekatan partikulat di udara, masyarakat dapat membedakan fenomena visual atmosfer ini secara rasional dan berbasis fakta.






