Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa angka 8 dan 13 merupakan dua angka yang memiliki keterikatan tersendiri serta selalu hadir dalam perjalanan hidupnya. Cerita mengenai kedua angka tersebut ia bagikan saat menghadiri sekaligus membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Kamis (27/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk dapat hadir secara langsung membuka Muktamar ke-35 NU dengan posisinya sebagai Presiden ke-8 Republik Indonesia.
"Saya tentunya mengucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar yang diberikan kepada saya sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke-8 hadir di Muktamar ke-35," kata Prabowo saat menyampaikan sambutan pembukaan acara di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Dinkes Bogor Imbau Warga Hindari Paparan Asap Kebakaran TPA Galuga

Perhitungan Angka Muktamar dan Tahun 2031
Prabowo kemudian mengaitkan keberadaan angka-angka tersebut dengan pelaksanaan muktamar berikutnya. Ia menyinggung bahwa agenda Muktamar ke-36 NU direncanakan bakal berlangsung pada tahun 2031 mendatang. Dari susunan angka muktamar dan tahun pelaksanaan tersebut, ia menjabarkan perhitungan matematis sederhananya.
Prabowo menguraikan bahwa penjumlahan digit 3 dan 6 dari Muktamar ke-36 menghasilkan angka 9. Sementara itu, jika digit 3 dan 1 dari tahun 31 dijumlahkan, hasilnya adalah 4. Ketika kedua hasil penjumlahan tersebut digabungkan kembali, yakni 9 ditambah 4, total yang diperoleh adalah angka 13.
"Tahun 31 itu 3 tambah 1, 4. 9 tambah 4, 13. Jadi saya punya dua angka yang selalu hadir di hidup saya: 8 dan 13," tutur Prabowo menerangkan kecocokan hitungan angka yang ia temukan.
Bupati Bogor Ungkap Asal Api Pemicu Kebakaran TPA Galuga

Menerima sebagai Kehendak Tuhan
Meski memaparkan keterkaitan antara rangkaian angka muktamar, tahun penyelenggaraan, serta angka-angka yang lekat dengan dirinya, Prabowo menegaskan bahwa keberadaan angka 8 dan 13 tersebut bukanlah sesuatu yang sengaja ia rencanakan atau rekayasa.
Prabowo menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak pernah mengatur susunan maupun kemunculan rangkaian angka-angka tersebut. Ia menyatakan menerima hadirnya angka 8 dan 13 dalam setiap fase perjalanan hidupnya sebagai bagian dari ketetapan dan kehendak Tuhan.






