Perusahaan Umum (Perum) Bulog memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan hasil panen tebu dari para petani di Kabupaten Blora tetap terserap secara maksimal. Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga keberlangsungan usaha tani di daerah tersebut, terutama selama masa pemulihan operasional yang sedang berlangsung di PT Gendhis Multi Manis (PT GMM). Melalui kolaborasi ini, diharapkan para petani tebu di Blora tidak mengalami kendala dalam menyalurkan hasil panen mereka, sekaligus mendukung ekosistem industri gula nasional agar tetap berjalan stabil meskipun pabrik pengolahan setempat sedang dalam masa transisi.
Sebagai bagian dari upaya nyata tersebut, Perum Bulog melalui PT GMM merangkul Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (DPC APTRI) Kabupaten Blora. Sinergi ini diwujudkan melalui kegiatan benchmarking serta penjajakan kerja sama dengan pihak eksternal, yakni PT Wahana Gula Investama (WGI) yang berlokasi di Tegal. Kegiatan peninjauan dan penjajakan kemitraan tersebut dilaksanakan secara langsung pada hari Senin (27/7) sebagai langkah cepat dalam menghadirkan alternatif penyerapan tebu agar produktivitas usaha tani tetap terjaga dengan baik.
Pertemuan dan penjajakan kerja sama di Tegal tersebut dihadiri secara langsung oleh jajaran manajemen dari PT GMM serta pengurus dari DPC APTRI Blora. Kehadiran perwakilan dari kedua belah pihak menunjukkan keseriusan dalam mengawal kepentingan para petani tebu di tingkat daerah. Dalam agenda tersebut, fokus pembahasan diarahkan pada peluang-peluang kemitraan strategis yang dapat dijalin dengan PT Wahana Gula Investama (WGI), sehingga proses penyerapan hasil panen tebu milik petani Blora dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan operasional yang berarti.
LRT Jakarta Buka Uji Coba Rute Kelapa Gading-Manggarai Gratis, Simak Prosedur Pendaftarannya

Direktur Pemasaran Perum Bulog, Rahmanto Amin Jatmiko, menegaskan bahwa kepentingan dan kesejahteraan para petani tebu selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil oleh perusahaan. Ia menyatakan bahwa bagi Bulog, tebu bukan sekadar komoditas, melainkan sumber penghidupan bagi petani, pekerja, pelaku usaha, serta masyarakat di sekitar wilayah perkebunan. Oleh karena itu, selama PT GMM berada dalam proses pemulihan operasional, Perum Bulog aktif mengupayakan agar hasil panen tebu petani tetap terserap dengan baik melalui kolaborasi erat bersama mitra-mitra industri lain di sektor gula.
"Tidak ada pembiaran terhadap petani tebu. Selama proses pemulihan PT GMM, Bulog memastikan hasil panen petani tetap diupayakan terserap melalui kolaborasi dengan mitra industri," tegas Rahmanto Amin Jatmiko dalam keterangan resminya pada hari Kamis (30/7). Kolaborasi ini dinilai sangat penting tidak hanya untuk memastikan rantai pasok tebu dari petani di Kabupaten Blora tidak terputus, tetapi juga untuk memperkuat kepercayaan para petani terhadap proses pemulihan yang saat ini tengah berlangsung di internal PT GMM.
RSUP Dr. Sardjito Beralih ke Gas Bumi PGN, Raih Efisiensi Operasional hingga 75 Persen

Di sisi lain, proses pemulihan internal di PT GMM juga terus berjalan secara intensif. Saat ini, manajemen PT GMM sedang merampungkan dan memfinalisasi kajian teknis yang mendalam. Kajian teknis ini nantinya akan menjadi landasan utama serta dasar operasional dalam pelaksanaan pemulihan pabrik secara menyeluruh. Upaya finalisasi ini dilakukan agar ketika pabrik kembali beroperasi, seluruh sistem produksi dapat berjalan dengan lebih efisien, optimal, dan berkelanjutan guna melayani kebutuhan pengolahan tebu dari para petani di masa mendatang.
Selaku pemegang saham di PT GMM, Perum Bulog memberikan pengawasan ketat terhadap seluruh rangkaian proses pemulihan operasional pabrik tersebut. Bulog memastikan bahwa setiap tahapan, mulai dari kajian teknis hingga penjajakan kemitraan dengan pihak luar, dilakukan secara cermat, terukur, serta mematuhi prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG). Dengan penerapan prinsip GCG ini, diharapkan langkah pemulihan PT GMM dapat memberikan manfaat yang dirasakan oleh seluruh pemangku kepentingan, sekaligus mewujudkan industri gula nasional yang semakin sehat dan produktif.






