Aliran air yang tenang di kawasan Depok mendadak menjadi pusat perhatian kepolisian setelah ditemukannya potongan tubuh manusia. Musfik, seorang petugas Sumber Daya Air (SDA) dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, menjadi sosok penting yang membantu pihak kepolisian mengevakuasi bagian tubuh yang diduga korban mutilasi tersebut dari aliran Kali Grogol. Kejadian ini membuka tabir penyelidikan mendalam mengenai kasus mutilasi yang sedang ditangani oleh aparat penegak hukum setempat.
Penemuan ini bermula saat Musfik sedang menjalankan tugas rutinnya membersihkan sampah yang terbawa arus dari Kali Mampang hingga ke Grogol. Ketika mengangkat tumpukan sampah yang menyangkut di bawah jembatan, perhatiannya tertuju pada sebuah karung yang mencurigakan. Karung tersebut dikerubungi lalat dan mengeluarkan aroma busuk yang sangat menyengat. Menyadari ada yang tidak beres, Musfik segera melaporkan temuan tersebut kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polda Metro Jaya yang tiba di lokasi kemudian meminta bantuan Musfik untuk mengangkat karung berisi potongan tubuh tersebut. Tim Inafis Polres Metro Depok dan Polda Metro Jaya segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Sebelum penemuan di Kali Grogol ini, upaya pencarian sempat dilakukan di lokasi lain, yaitu di kawasan jemblongan Kali Licin Pitara. Dalam proses tersebut, kepolisian sempat mengerahkan anjing pelacak (K-9), petugas SDA DPUPR, Polda Metro Jaya, serta polisi satwa. Namun, pencarian intensif yang berlangsung selama lebih dari empat jam di lokasi itu tidak membuahkan hasil. Menariknya, Musfik sempat meminta dua gelas kopi pahit dan sebatang rokok kretek kepada polisi saat proses pencarian berlangsung, karena meyakini kebiasaan tersebut dapat membantunya dalam proses pencarian. Pengalaman Musfik dalam membantu kepolisian bukan kali pertama ini saja, karena ia sebelumnya juga pernah membantu menemukan jenazah di Situ Pangarengan.
Panduan Aturan Ganjil Genap Jakarta Saat Hari Libur Nasional 2026

Di tempat terpisah, penemuan bagian tubuh lain juga dilaporkan terjadi di Sungai Limo. Ipda Breggy Yesaya Imanuel menjelaskan pada Rabu (19/8/2026) bahwa dua petugas SDA Limo menemukan potongan tubuh yang diduga bagian kaki saat sedang membersihkan sungai tersebut. Potongan kaki yang ditemukan ini hanya berupa satu bagian saja dan berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi yang diduga menjadi tempat pembuangan awal di aliran Kali Licin.
Penemuan-penemuan ini langsung berdampak pada jalannya penyelidikan kepolisian. Pihak berwenang kini memusatkan perhatian untuk mengidentifikasi apakah potongan-potongan kaki yang ditemukan di aliran sungai tersebut merupakan bagian dari tubuh Kunaefi, yang diduga kuat merupakan korban mutilasi dalam kasus ini. Untuk memastikan hal tersebut, kepolisian telah memeriksa empat orang saksi, yang terdiri dari dua orang petugas pertama yang menemukan potongan tubuh serta dua petugas dinas terkait yang ikut dalam kegiatan pembersihan sungai.
Kondisi Terkini Tiga ABK WNI Korban Serangan Kapal MV Tihamah di Yaman

Langkah krusial berikutnya kini berada di tangan tim forensik. Seluruh potongan tubuh yang telah dievakuasi dari aliran sungai di Depok tersebut segera dikirim ke RS Polri Kramat Jati guna menjalani pemeriksaan forensik yang mendalam. Hasil dari pemeriksaan medis ini diharapkan dapat memberikan kepastian mengenai identitas korban serta membantu polisi merangkai kronologi lengkap kasus pembunuhan dan mutilasi ini. Penyelidikan masih terus berjalan seiring dengan upaya kepolisian mengumpulkan bukti-bukti tambahan di lapangan.






