PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu, resmi menandatangani kesepakatan senilai Rp3,6 triliun untuk mengakuisisi diler mobil mewah Cycle & Carriage di Singapura dan Malaysia. Langkah korporasi ini menandai perluasan bisnis grup petrokimia tersebut ke sektor otomotif di kawasan Asia Tenggara.
Akuisisi strategis ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang Chandra Asri Group dalam membangun platform terintegrasi di bidang energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara. Cycle & Carriage sendiri memiliki sejarah panjang di kawasan regional sejak beroperasi pada 1899 dan menjadi perwakilan berbagai merek otomotif global terkemuka di pasar Singapura serta Malaysia.
Dalam proses pengambilalihan ini, Chandra Asri Group berkomitmen untuk tetap mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan dan OEM, jajaran manajemen, hingga sumber daya manusia yang telah terbangun di Cycle & Carriage. Adapun penyelesaian transaksi senilai Rp3,6 triliun ini masih harus memenuhi sejumlah persyaratan yang berlaku, termasuk persetujuan dari pihak OEM terkait.
IHSG Lanjutkan Reli, Sesi I Menguat 0,52% ke Level 6.535

Rekam Jejak Prajogo Pangestu
Ekspansi regional Chandra Asri ini menambah panjang portofolio bisnis Prajogo Pangestu. Pria yang lahir di Bengkayang, Kalimantan Barat, pada 13 Mei 1944 dengan nama kecil Phang Djun Phen alias A Phen ini menempuh pendidikan formal hingga tingkat menengah pertama di SMP Nan Hua Singkawang, Kalimantan Barat. Di masa mudanya, ia sempat merantau ke Jakarta namun belum berhasil, lalu kembali ke Pulau Kalimantan dan bekerja sebagai sopir angkot trayek Singkawang-Pontianak.
Prajogo Pangestu mulai membangun perjalanan bisnisnya pada 1970. Perusahaan kayu yang ia rintis, Barito Pacific Timber, resmi melakukan penawaran umum perdana atau go public pada 1993, yang di kemudian hari berganti nama menjadi Barito Pacific. Ia kemudian mengakuisisi 70 persen saham Chandra Asri dan memimpin proses merger dengan produsen petrokimia Tri Polyta Indonesia.
Emas di Bawah Bantal' 1.800 Ton Bikin Heboh, Ini Penjelasan Kemenko

Selain sektor petrokimia, mantan anggota Dewan Komisaris PT Astra International Tbk ini juga mendirikan perusahaan tambang batu bara Petrindo Jaya Kreasi serta Barito Renewables Energy yang fokus pada energi terbarukan. Saat ini, Prajogo Pangestu menetap di Jakarta bersama istrinya, Herlina Tjandinegara, dan memiliki tiga orang anak.






