Umat Islam kerap menjalankan puasa sunah pada hari Senin dan Kamis sebagai wujud ketaatan sekaligus ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah SWT. Amalan ini merupakan ibadah sunah yang dikerjakan serta dianjurkan langsung oleh Rasulullah SAW.
Karena berstatus sunah, ibadah ini tidak mendatangkan dosa bagi mereka yang tidak melaksanakannya. Namun, bagi yang ingin mengamalkannya secara tertib, pemahaman mengenai bacaan niat, tahapan pelaksanaan, dan dalil keutamaannya menjadi rujukan utama.
Bagaimana Bacaan Niat Puasa Senin Kamis?
Pelafalan niat puasa sunah ini sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum menjalankan ibadah puasa keesokan harinya.
Viral Wanita di Surabaya Nyetir Sambil Mabuk, Tabrak Pikap-Taksi, 1 Orang Tewas

Bacaan niat untuk puasa hari Senin: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati yaumil itsnaini lillāhi ta'ālā.
Bacaan niat untuk puasa hari Kamis: Nawaitu shauma ghadin 'an adā'i sunnati yaumil khamīsi lillāhi ta'ālā.
Bagaimana Tata Cara Pelaksanaan Puasa Senin Kamis?
Pelaksanaan puasa Senin Kamis mengikuti ketentuan ibadah puasa pada umumnya, dengan urutan sebagai berikut:
Pola Pelaku Karhutla Terungkap, Pohon Ditebang Sebelum Dibakar

- Membaca niat puasa, yang sebaiknya dilafalkan pada malam hari.
- Melakukan sahur sebelum fajar. Sahur merupakan amalan yang dianjurkan sebelum berpuasa, dan batas waktu sahur berakhir saat masuk waktu Subuh.
- Menahan diri dari makan, minum, serta berbagai hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam.
- Berbuka puasa saat waktu Magrib tiba atau setelah matahari terbenam.
Apa Keutamaan Menjalankan Puasa Senin Kamis?
Keutamaan puasa pada kedua hari tersebut termaktub dalam beberapa hadis Rasulullah SAW:
- Hari Kelahiran dan Turunnya Wahyu Nabi: Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa hari Senin merupakan hari kelahiran beliau dan waktu diturunkannya wahyu kepada beliau.
- Penyetoran Amal Perbuatan: Dalam hadis riwayat Tirmidzi, disebutkan bahwa amal-amal manusia diperlihatkan atau disetorkan kepada Allah SWT pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah SAW menyukai ketika amalnya diperlihatkan dalam kondisi sedang berpuasa.
Hal yang Perlu Diperhatikan Terkait Kondisi Kesehatan
Ibadah puasa dianjurkan dijalankan dengan tetap memperhatikan kondisi fisik. Seseorang yang memiliki kondisi kesehatan tertentu atau tengah menjalani pengobatan medis disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan orang tua atau wali serta tenaga kesehatan sebelum memutuskan untuk menjalankan puasa.






