Sejumlah badan usaha penyedia bahan bakar minyak (BBM), termasuk Pertamina dan pihak swasta, resmi memberlakukan penyesuaian harga jual mulai 1 Agustus. Langkah penyesuaian harga ini dilakukan secara serentak oleh PT Pertamina, BP, VIVO, dan Shell di berbagai wilayah. Pada penyesuaian kali ini, tren penurunan harga mendominasi produk BBM nonsubsidi jenis bensin, sementara beberapa produk BBM jenis diesel yang dikelola oleh perusahaan swasta justru mengalami kenaikan harga jual.
Untuk jaringan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, perusahaan memangkas harga sejumlah produk BBM nonsubsidi. Produk yang mengalami penurunan harga meliputi Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo. Di sisi lain, harga jual untuk produk Pertamina Dex dan Dexlite dipastikan tetap atau tidak mengalami perubahan. Pertamina juga tidak mengubah harga BBM bersubsidi, di mana Pertalite tetap dijual dengan harga Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi atau Bio Solar dipertahankan pada harga Rp 6.800 per liter.
Penurunan harga BBM Pertamina bervariasi bergantung pada wilayah dan tarif Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB). Di wilayah dengan PBBKB sebesar 5 persen seperti DKI Jakarta, harga Pertamax turun dari sebelumnya Rp 16.250 per liter menjadi Rp 15.950 per liter. Pertamax Green 95 juga mengalami pemangkasan harga dari Rp 17.000 per liter menjadi Rp 16.600 per liter. Selanjutnya, harga Pertamax Turbo turun cukup signifikan dari Rp 19.300 per liter menjadi Rp 18.300 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex di wilayah DKI Jakarta tidak berubah dan tetap berada di angka Rp 21.150 per liter.
Saham Summarecon Rontok Usai Bosnya Kena OTT KPK

Di luar Pulau Jawa, penyesuaian harga juga diberlakukan. Di Provinsi Aceh, harga Pertamax dipangkas dari Rp 16.650 per liter menjadi Rp 16.300 per liter, sedangkan Pertamax Turbo turun dari Rp 19.750 per liter menjadi Rp 18.700 per liter. Harga yang berbeda diterapkan di kawasan perdagangan bebas. Pada kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, harga Pertamax mengalami penurunan dari Rp 15.250 per liter menjadi Rp 14.950 per liter. Demikian pula di kawasan Free Trade Zone (FTZ) Batam, harga Pertamax ditetapkan turun dari Rp 15.500 per liter menjadi Rp 15.150 per liter.
Wilayah lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua juga mencatatkan harga baru. Di Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, dan Lampung, Pertamax turun menjadi Rp 16.300 per liter dari sebelumnya Rp 16.650 per liter. Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan berbagai provinsi di Sulawesi seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, hingga Sulawesi Barat, harga Pertamax juga dipatok turun menjadi Rp 16.300 per liter. Hal yang sama berlaku untuk wilayah Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Papua Selatan, Papua Pegunungan, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya, di mana Pertamax kini dijual seharga Rp 16.300 per liter.
BP BUMN dan Adhi Karya Minta Maaf ke Konsumen LRT City

Beralih ke badan usaha swasta, BP turut memangkas harga jual produknya mulai 1 Agustus. Harga BP 92 turun dari Rp 16.670 per liter menjadi Rp 16.130 per liter. Penurunan juga terjadi pada produk BP Ultimate yang sebelumnya dijual Rp 17.240 per liter kini menjadi Rp 16.760 per liter. Namun, BP menaikkan harga untuk produk BP Ultimate Diesel dari Rp 21.340 per liter menjadi Rp 21.910 per liter. Sejalan dengan langkah BP, VIVO juga menurunkan harga Revvo 92 dari Rp 16.670 per liter menjadi Rp 16.130 per liter, dan Revvo 95 dari Rp 17.240 per liter menjadi Rp 16.760 per liter. Untuk produk Diesel Primus, VIVO menaikkan harganya dari Rp 21.340 per liter menjadi Rp 21.910 per liter.
Operator swasta lainnya, yakni Shell, juga melakukan penyesuaian harga. Berbeda dengan Pertamina yang menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis tertentu, Shell yang tercatat hanya menjual satu jenis produk bahan bakar, yaitu V-Power Diesel, menaikkan harga jual produk tersebut. Harga V-Power Diesel mengalami kenaikan yang sama persis dengan produk diesel dari BP dan VIVO, yakni beranjak dari Rp 21.340 per liter menjadi Rp 21.910 per liter.






