Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Manajemen

Dampak Buruk Pemimpin Terlalu Baik terhadap Standar Kinerja Tim

Togar SiregarDiterbitkan 26 Jul 2026 - 21.57 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Buruk Pemimpin Terlalu Baik terhadap Standar Kinerja Tim
Foto/Ilustrasi: Kumparan
A-A+

Banyak tempat kerja kerap menghadapi fenomena unik ketika atasan sedang mengambil cuti atau tidak berada di kantor. Kedisiplinan yang biasanya terjaga tiba-tiba mengendur, terlihat dari jam masuk yang bergeser lebih siang, tenggat waktu yang merenggang, hingga jadwal rapat yang tertunda. Situasi ini sejatinya bukan sekadar hilangnya etos kerja para karyawan secara mendadak. Hal tersebut justru menjadi cerminan bahwa perilaku manusia di lingkungan profesional sangat bergantung pada penegakan batas-batas yang konsisten. Di sinilah muncul urgensi untuk memahami perbedaan mendasar antara gaya kepemimpinan yang sekadar ingin disukai atau nice leadership, dengan kepemimpinan yang benar-benar peduli pada pertumbuhan tim atau kind leadership.

Banyak pemimpin perusahaan yang keliru menyamakan kedua konsep tersebut. Dalam praktiknya, sosok atasan yang terlalu baik sering kali memilih diam saat melihat penurunan performa bawahan. Mereka menghindari teguran dengan alasan tidak ingin merusak suasana kerja yang sudah terasa nyaman atau khawatir dianggap terlalu keras oleh timnya. Sikap kompromi ini membuat evaluasi jarang dilakukan dan tenggat waktu terus dimaklumi. Akibatnya, karyawan yang bekerja keras pada akhirnya mendapatkan perlakuan yang sama dengan mereka yang berulang kali melakukan kesalahan operasional.

Dampak paling merugikan dari keengganan menegakkan standar ini justru tidak dialami oleh para pelanggar aturan. Perubahan negatif pertama kali akan menghantam mental para pekerja yang selama ini paling disiplin di dalam tim. Ketika seorang anggota terus-menerus terlambat menyerahkan tugas dan hanya mendapat respons penenang dari atasan, para pekerja disiplin ini perlahan akan berhenti mengingatkan rekan mereka. Mereka merasa teguran antar-kawan tidak akan membawa perubahan apa pun selama sang pemimpin sendiri enggan bertindak tegas. Pada titik ini, batas antara perilaku yang bisa diterima dan yang tidak menjadi kabur, sehingga standar kinerja tim secara keseluruhan merosot tajam.

Baca Juga

WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

WN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg Emas

Kenyataan di lapangan ini berbanding lurus dengan temuan global terkait tingkat keterikatan karyawan. Berdasarkan laporan Gallup dalam State of the Global Workplace 2024, tercatat hanya sekitar 23 persen pekerja di seluruh dunia yang benar-benar merasa terikat atau engaged dengan pekerjaan mereka. Faktor utama yang secara konsisten memengaruhi keterikatan ini adalah kualitas hubungan dengan atasan. Data tersebut membuktikan bahwa karyawan tidak sekadar membutuhkan apresiasi atau suasana yang serba memaklumi. Mereka justru sangat membutuhkan arah, kejelasan ekspektasi, umpan balik yang jujur, serta dukungan nyata untuk bisa berkembang secara profesional.

Meski demikian, mengubah gaya kepemimpinan bukan berarti harus berbalik menjadi sosok yang kejam atau mengandalkan intimidasi. Lingkungan kerja yang dipenuhi rasa takut memang bisa meningkatkan kepatuhan dan kehati-hatian, tetapi di saat yang sama akan membunuh keberanian karyawan dalam menawarkan ide-ide baru. Kreativitas akan menurun drastis karena orang lebih memilih diam saat melihat masalah. Oleh karena itu, pendekatan yang paling ideal adalah memadukan kehangatan dalam memperlakukan manusia dengan ketegasan yang tak bisa ditawar dalam menjaga standar kerja.

Baca Juga

PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

PIS Gunakan Teknologi untuk Jaga Populasi Hiu Paus di Perairan Talisayan Kaltim

Pemimpin yang mempraktikkan kind leadership berani mengambil jalan yang tidak nyaman demi kebaikan jangka panjang. Daripada sekadar memaklumi keterlambatan, mereka akan mengajak bawahan berdiskusi mencari akar masalah dan solusi agar kesalahan tidak terulang, meski percakapan tersebut mungkin terasa canggung pada awalnya. Sebagaimana disampaikan oleh Hayari Putri, seseorang mungkin saja melupakan seberapa ramah pemimpin mereka di masa lalu. Namun, mereka hampir selalu ingat apakah mereka bertumbuh atau justru berhenti berkembang saat bekerja bersama sosok tersebut. Ukuran sejati seorang pemimpin pada akhirnya diuji dari keberaniannya mengantarkan tim menuju potensi terbaik, bukan dari seberapa banyak orang yang menyukainya hari ini.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

sumber daya manusiaKepemimpinanBudaya KerjaManajemen TimProduktivitas

Berita Terbaru Lainnya

Ngenes! Tragedi 19 Kebakaran Kapal di Laut RI Biang Keroknya SamaDuo Maling Gagal Ditangkap Warga di Bogor, Sempat Kabur ke Semak-semakMantan Wakil Jaksa Agung Abdul Hakim Ritonga Meninggal DuniaLedakan LPG di Tambora, Satu Orang Luka BakarWN China Ditangkap di Ngurah Rai, Selundupkan 10,4 Kg EmasDetik-detik Gas 3 Kg Meledak di Warteg Jakbar hingga Warga BerhamburanModus Live Streaming Pornografi di TikTok Terbongkar, Penonton Diarahkan ke TeviDireksi PT CNI Diperiksa dalam Kasus Korupsi Nikel

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap