Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Kesehatan

Dampak Jerawat terhadap Kesehatan Mental dan Pentingnya Penanganan Medis

Marthen PalutunganDiterbitkan 2 Agu 2026 - 07.38 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Jerawat terhadap Kesehatan Mental dan Pentingnya Penanganan Medis
Foto/Ilustrasi: mediaindonesia.com.
A-A+

Masalah jerawat sering kali hanya dipandang sebagai persoalan estetika semata oleh sebagian kalangan masyarakat. Padahal, gangguan kulit ini membawa dampak yang jauh lebih mendalam, terutama terhadap kesehatan emosional dan tingkat kepercayaan diri penderitanya. Bagi sebagian besar orang, kehadiran jerawat di wajah maupun area tubuh lainnya dapat menjadi beban mental yang cukup berat dalam menjalani rutinitas dan aktivitas sehari-hari di tengah lingkungan sosial.

Data dari American Academy of Dermatology (AAD) menunjukkan bahwa masalah jerawat memiliki hubungan yang kuat dengan peningkatan risiko gangguan psikologis pada penderitanya. Hal yang patut menjadi perhatian bersama adalah tingkat keparahan jerawat tidak selalu berbanding lurus dengan tekanan mental yang muncul. Kenyataannya, mereka yang berstatus sebagai penderita jerawat ringan sekalipun dapat merasakan tekanan psikologis yang sama beratnya jika dibandingkan dengan pasien yang mengalami masalah jerawat parah.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Kondisi tersebut sering kali memicu krisis kepercayaan diri yang sangat serius. Banyak penderita jerawat merasa penampilan fisiknya tidak menarik, yang kemudian memicu keengganan untuk terlibat dalam berbagai kegiatan sosial. Mereka kerap menghindari aktivitas olahraga, pertemuan kelompok, hingga mengurungkan niat saat hendak melamar pekerjaan. Tekanan emosional ini semakin memburuk akibat adanya risiko perundungan atau tindakan bullying yang sering kali menimpa para penderita jerawat di lingkungan mereka. Akibat rasa malu dan kesedihan yang terus menumpuk, tidak sedikit dari individu tersebut yang akhirnya memutuskan untuk menarik diri dari lingkungan sekolah maupun kehidupan berorganisasi.

Baca Juga

Tiga Cabor Berangkat Mandiri Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Tiga Cabor Berangkat Mandiri Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026

Fenomena penurunan kesehatan emosional akibat permasalahan sehari-hari seperti jerawat ini turut mencerminkan tantangan psikologis yang lebih luas di tengah masyarakat. Dekan Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Rahmat Hidayat, secara khusus menyoroti tingginya angka masalah kesehatan mental yang melanda kalangan remaja di Indonesia saat ini. Ia mengingatkan bahwa krisis kehidupan yang tidak berhasil diselesaikan dengan baik dan terus-menerus dibiarkan menumpuk dapat berujung pada kemunculan masalah psikososial serta memicu gangguan kesehatan mental yang lebih kompleks di masa depan.

Oleh karena itu, langkah penanganan jerawat tidak boleh diabaikan atau ditunda. Mengingat jerawat diklasifikasikan sebagai penyakit kronis, pasien sangat membutuhkan pendampingan dari tenaga medis profesional agar kesehatan kulit dan kesehatan mental mereka dapat pulih secara beriringan. Kondisi psikologis pasien dapat berangsur membaik melalui perawatan medis yang disesuaikan dengan jenis kulit masing-masing. Terapi ini dapat dilakukan melalui penggunaan obat oles, konsumsi obat minum, hingga berbagai tindakan prosedur klinis. Seiring dengan kemajuan proses penyembuhan kulit, para pasien umumnya melaporkan adanya peningkatan harga diri serta penurunan tingkat kecemasan terhadap penampilan fisik mereka.

Di samping penanganan masalah jerawat, perhatian dunia terhadap berbagai faktor lain yang memengaruhi kesehatan mental juga terus diteliti secara komprehensif. Sebuah studi dari University of Basel, misalnya, mengungkapkan temuan bahwa memelihara hewan kesayangan tidak secara otomatis membuat kondisi tubuh seseorang menjadi lebih sehat. Sementara itu, riset jangka panjang yang berlangsung selama 12 tahun oleh CHeBA Australia menemukan fakta bahwa kawasan tempat tinggal yang rindang dan dipenuhi banyak pepohonan mampu melindungi kelompok lanjut usia dari risiko terkena depresi.

Baca Juga

Timnas BMX Indonesia Tingkatkan Latihan di Banyuwangi Jelang Asian Games 2026

Timnas BMX Indonesia Tingkatkan Latihan di Banyuwangi Jelang Asian Games 2026

Penelitian lain yang turut melengkapi literatur kesehatan mental global diterbitkan dalam jurnal European Neuropsychopharmacology pada tahun 2025. Riset tersebut secara khusus mengkaji rekam jejak 126.573 pasien penderita depresi di kawasan Hong Kong selama kurun waktu pemantauan antara tahun 2002 hingga 2021. Lebih lanjut, penelitian terbaru lainnya juga menemukan adanya korelasi yang erat antara waktu makan yang berantakan dengan penurunan kesehatan mental, khususnya memicu peningkatan risiko depresi pada kelompok pria serta perokok aktif.

Di Indonesia, upaya pencegahan dan penanganan masalah psikologis juga terus didorong melalui berbagai inovasi di bidang kesehatan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah merancang sebuah aplikasi bernama PostMood yang secara khusus dibuat untuk mendeteksi gejala depresi pascasalin secara dini. Langkah strategis ini diambil mengingat tingginya tingkat kerentanan pada ibu yang baru melahirkan, di mana data menunjukkan bahwa satu dari lima orang berisiko mengalami depresi pascamelahirkan. Berbagai temuan ilmiah dan inovasi ini menegaskan betapa pentingnya penanganan medis yang tepat untuk menjaga kesejahteraan emosional masyarakat secara menyeluruh.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

kesehatan mentalBRINdepresiJerawatKesehatan Kulit

Berita Terbaru Lainnya

Tiga Cabor Berangkat Mandiri Perkuat Tim Indonesia di Asian Games 2026Timnas BMX Indonesia Tingkatkan Latihan di Banyuwangi Jelang Asian Games 2026Laga Pramusim Real Madrid vs Fiorentina Berakhir Imbang 2-2 di AustriaKronologi Kasus Bigmo, Promosi Vape Melibatkan Anak Berujung Laporan PolisiKrisis Perbatasan Ceuta, Puluhan Ribu Warga Maroko Menyeberang ke Wilayah SpanyolKemarau Panjang 2026, Petani di Gedebage Bandung Hadapi Ancaman Gagal PanenMenag Nasaruddin Umar, Skor Indeks Kerukunan Umat Beragama 2025 Capai Rekor TertinggiPolda Metro Jaya Tangani Dua Laporan Kasus Dugaan Penipuan Vicky Prasetyo

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

Politik

Politisi Senior Gerindra dr Sumarjati Arjoso Meninggal Dunia

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  3. 3Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  4. 4Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  5. 5Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid CloudTeknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap