Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasiKeuanganSainsEdukasiManajemenReligiBerita NasionalBerita DaerahBerita BudayaHukum & KriminalBeritaKetenagakerjaanPertanianEkonomi dan BisnisEkonomi & BisnisPopuler
Beranda/Ekonomi

Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI

Bambang HandayaniDiterbitkan 2 Agu 2026 - 18.20 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Dampak Penahanan BI Rate, Aliran Dana Asing Rp 195 Triliun Masuk ke SBN dan SRBI
Foto/Ilustrasi: cnbcindonesia.com.
A-A+

Kebijakan moneter yang diambil oleh Bank Indonesia senantiasa menjadi perhatian utama bagi para pelaku pasar keuangan. Pada bulan Juli 2026, bank sentral tersebut mengambil keputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan atau BI Rate di level 5,75 persen. Keputusan untuk menahan suku bunga acuan ini menjadi catatan penting dalam rangkaian kebijakan moneter yang ditempuh oleh Bank Indonesia pada tahun tersebut. Bagi para pelaku pasar dan investor, tingkat suku bunga acuan ini merupakan indikator krusial dalam membaca arah pergerakan aset keuangan serta potensi aliran modal yang akan masuk ke dalam instrumen investasi di dalam negeri.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifPariwisataTeknologiWisataKesehatanHiburanMetroKriminalMetropolitanLingkunganPendidikanKebudayaanMusikGaya HidupTransportasi

Langkah Bank Indonesia untuk mempertahankan BI Rate di level 5,75 persen pada bulan Juli 2026 ini merupakan kelanjutan dari rangkaian kebijakan moneter yang telah dilakukan pada bulan-bulan sebelumnya. Tercatat, sejak bulan Mei 2026, Bank Indonesia telah melakukan penyesuaian berupa kenaikan suku bunga acuan dengan total akumulasi sebesar 100 basis poin. Kebijakan menaikkan suku bunga secara bertahap sebesar 100 basis poin tersebut dirancang untuk merespons dinamika pasar keuangan. Rangkaian penyesuaian kebijakan ini pada akhirnya bertujuan untuk menjaga daya tarik pasar keuangan domestik di tengah berbagai sentimen yang mempengaruhi pergerakan arus modal global.

Dampak dari kebijakan kenaikan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026 tersebut kini mulai menunjukkan hasil yang nyata bagi pasar keuangan domestik. Bank Indonesia mengungkapkan bahwa penyesuaian kebijakan moneter ini secara langsung telah menghasilkan dampak positif yang signifikan. Dampak positif tersebut terwujud dalam bentuk masuknya aliran arus dana asing atau capital inflow ke dalam aset keuangan Indonesia. Tingkat suku bunga yang diterapkan membuat instrumen keuangan domestik merespons masuknya minat investor luar negeri yang mengalihkan modal mereka ke pasar keuangan Indonesia.

Baca Juga

Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun

Laba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 Triliun

Berdasarkan data terkini yang diungkapkan oleh otoritas moneter, akumulasi aliran masuk dana asing pasca-keputusan penahanan BI Rate tersebut mencatatkan angka yang sangat substansial. Tercatat, setelah suku bunga acuan ditahan, aliran dana asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) mencapai kisaran Rp 195 triliun. Besaran minat pemodal asing untuk menempatkan dana mereka hingga mencapai angka sekitar Rp 195 triliun tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan investor terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan di Indonesia, serta respons positif terhadap bauran kebijakan suku bunga yang ditempuh oleh Bank Indonesia.

Secara lebih rinci, besaran dana asing senilai kurang lebih Rp 195 triliun tersebut secara khusus mengalir deras ke dua instrumen utama yang tersedia di pasar keuangan domestik, yakni Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Kedua instrumen keuangan ini menjadi fokus utama penempatan portofolio bagi para pemilik modal asing yang masuk ke Indonesia. Tingginya alokasi modal pada instrumen SBN dan SRBI ini menunjukkan bahwa aset keuangan tersebut dinilai mampu memberikan tingkat imbal hasil yang menarik dan kompetitif bagi investor luar negeri, terutama setelah adanya penyesuaian suku bunga acuan oleh Bank Indonesia pada bulan-bulan sebelumnya.

Baca Juga

The Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for Longer

The Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for Longer

Informasi mendetail mengenai pencapaian aliran modal asing ini dipaparkan secara langsung oleh pimpinan Bank Indonesia. Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, membeberkan data aliran masuk dana asing tersebut secara terbuka. Pemaparan data strategis ini dilakukan secara komprehensif dalam sesi Editor Briefing yang diselenggarakan di kawasan Parapat, Sumatera Utara. Acara tersebut berlangsung pada hari Jumat, 31 Juli 2026. Melalui forum tersebut, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia menegaskan kembali besaran modal asing yang masuk sekaligus memberikan konfirmasi bahwa daya tarik aset keuangan Indonesia masih sangat kuat dan terjaga dengan baik.

Secara keseluruhan, pemaparan data yang disampaikan di Parapat pada akhir Juli 2026 ini memberikan gambaran yang jelas mengenai dampak langsung dari kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia. Keputusan taktis untuk menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei 2026, yang kemudian disusul dengan langkah menahannya di level 5,75 persen pada Juli 2026, terbukti menjadi faktor pendorong masuknya modal asing. Derasnya aliran dana sebesar Rp 195 triliun ke instrumen SBN dan SRBI ini menjadi bukti nyata adanya dampak positif berupa aliran arus dana asing ke aset keuangan Indonesia sebagaimana yang diharapkan dari penyesuaian kebijakan moneter tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaDestry DamayantiSBNBI RateSRBI

Berita Terbaru Lainnya

InJourney Perkuat Integrasi Ekosistem Pariwisata Nasional untuk Saingi Destinasi RegionalGubernur DKI Jakarta Rencanakan Penertiban Pagar Berlebihan di Pusat PerbelanjaanKlasemen Akhir Piala Presiden 2026, Persib vs Persija dan Persebaya vs Arema di SemifinalPolri Pastikan Situasi Kondusif Menyusul Pemasangan Pagar Tinggi oleh Sejumlah Mal di JakartaLaba Pakuwon Jati Turun 11,4 Persen di Semester Pertama Jadi Rp1 TriliunThe Fed Masih Hawkish, Bank Indonesia Siap Hadapi Era Higher for LongerDitopang Proyek Sengkang Gas Compressor, Laba Bersih Rukun Raharja Melesat 88 Persen pada Semester I-2026Bank Indonesia Minta Perbankan Konsisten Pacu Kredit dan Hindari Penumpukan Dana di SBN

Paling Banyak Dibaca

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

Olahraga

Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBA

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

Teknologi

Mengatasi Ancaman Downtime Sektor Manufaktur dengan Solusi Hybrid Cloud

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  2. 2Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  3. 3Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
  4. 4Caitlin Clark Menulis Ulang Sejarah dan Mengubah Wajah WNBAOlahraga 路 25 Jul 2026
  5. 5Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
Keuangan
Sains
Edukasi
Manajemen
Religi
Berita Nasional
Berita Daerah
Berita Budaya
Hukum & Kriminal
Berita
Ketenagakerjaan
Pertanian
Ekonomi dan Bisnis
Ekonomi & Bisnis

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap