Berita Viral Terkini

Danantara Gabungkan Pelita Air dan Garuda Indonesia untuk Perkuat Penerbangan Nasional

Rimba NainggolanPublished 27 Jul 2026 - 01.140 Reads
Bagikan WhatsAppX
Danantara Gabungkan Pelita Air dan Garuda Indonesia untuk Perkuat Penerbangan Nasional
Foto/Ilustrasi: ekonomi.republika.co.id.
A-A+

Pemerintah melalui Badan Pengelola (BP) BUMN dan Danantara tengah merumuskan langkah besar untuk memperkuat struktur industri penerbangan nasional. Upaya strategis tersebut diwujudkan dengan merencanakan penggabungan dua maskapai milik negara, yakni Pelita Air dan Garuda Indonesia. Rencana konsolidasi ini diproyeksikan menjadikan Garuda Indonesia sebagai perusahaan induk bagi maskapai penerbangan pelat merah. Selanjutnya, Pelita Air akan sepenuhnya terintegrasi dan menjadi bagian di dalam struktur operasional Garuda Indonesia. Langkah penggabungan kedua perusahaan penerbangan ini merupakan strategi untuk meningkatkan kapasitas grup BUMN dalam menghadapi persaingan bisnis.

Kepala BP BUMN yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, memberikan penjelasan mengenai rencana tersebut pada Sabtu, 25 Juli 2026. Ia meyakini bahwa langkah konsolidasi antarmaskapai BUMN akan menciptakan entitas bisnis dengan kemampuan yang lebih kuat untuk menguasai pasar sekaligus bersaing di industri penerbangan. Penguatan struktur korporasi diperlukan karena industri penerbangan menuntut ketelitian tingkat tinggi. Setiap aspek operasional mengharuskan pengambilan keputusan yang cepat agar kinerja perusahaan secara keseluruhan dapat terus terjaga.

Lebih lanjut, Dony menekankan bahwa pengelolaan bisnis penerbangan harus dilakukan secara mendetail, dari hari ke hari bahkan menit demi menit. Tingkat presisi operasional ini sangat krusial mengingat potensi keuntungan atau kerugian dari satu jadwal penerbangan sudah dapat diukur sesaat setelah pesawat terbang. Oleh karena itu, ia menilai bahwa analisis terhadap konektivitas dan setiap rute penerbangan yang dilayani menjadi hal yang sangat penting untuk dilakukan secara berkesinambungan.

Also Read

Mentan Amran Paparkan Pembenahan Tata Niaga Pangan di Kongres Umat Islam Indonesia

Sejalan dengan upaya penggabungan entitas bisnis, BP BUMN dan Danantara juga fokus pada peningkatan standar layanan secara menyeluruh di lingkungan Garuda Group. Pembenahan ini mencakup seluruh rantai perjalanan penumpang, yang dimulai dari fase sebelum penerbangan, selama berada di dalam pesawat, hingga layanan setelah penerbangan. Penguatan kualitas layanan tersebut direalisasikan melalui berbagai inisiatif, seperti penyatuan sistem penjualan tiket penumpang dan peningkatan fasilitas ruang tunggu. Selain itu, manajemen juga menargetkan peningkatan pengalaman penumpang di dalam kabin, standardisasi pelayanan awak pesawat, kualitas katering, penguatan program loyalitas pelanggan, hingga pengembangan sumber daya manusia di tubuh perusahaan.

Melalui integrasi layanan di seluruh rantai perjalanan penumpang tersebut, Garuda Group ditargetkan mampu memantapkan posisinya sebagai maskapai pilihan utama bagi masyarakat Indonesia. Di samping itu, konsolidasi ini diharapkan dapat mendongkrak daya saing perusahaan agar mampu tampil sebagai pemain utama di tingkat regional. Rencana merger di sektor penerbangan ini merupakan bagian dari agenda perampingan BUMN yang digenjot oleh pemerintah. Presiden Prabowo Subianto, dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026, memaparkan capaian dari program restrukturisasi perusahaan negara tersebut.

Also Read

Perjuangan Mantri BRI Perempuan Membangun Ekonomi Desa di Pegunungan Toraja Utara

Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah telah berhasil menghemat uang negara hingga mencapai Rp 50 triliun. Angka tersebut diperoleh setelah pemerintah menutup, melakukan merger, dan mengonsolidasikan sebanyak 250 BUMN hingga 31 Juli 2026. Penghematan anggaran ini bersumber dari pemangkasan biaya rutin yang selama ini dikeluarkan negara. Dengan ditutup atau digabungkannya ratusan BUMN tersebut, negara tidak perlu lagi mengeluarkan dana untuk membayar gaji jajaran direksi dan komisaris, melunasi biaya sewa gedung, membayar tagihan listrik, serta berbagai pengeluaran lainnya dari 250 perusahaan tersebut.

Dalam kesempatan yang sama di Istana Negara, Presiden Prabowo juga menetapkan target lanjutan terkait perampingan jumlah perusahaan pelat merah. Pada akhir tahun 2026, jumlah BUMN ditargetkan menyusut menjadi maksimal 350 entitas, dari jumlah semula yang mencapai 1.077 BUMN. Presiden menyatakan bahwa pihak Danantara telah menyanggupi target perampingan tersebut. Apabila target penyusutan jumlah BUMN ini terwujud, Presiden meyakini anggaran negara yang dapat dihemat akan mendekati angka Rp 70 triliun sampai Rp 80 triliun. Atas dasar hal tersebut, Presiden meyakini bahwa Danantara merupakan salah satu capaian penting selama masa pemerintahannya.

Berita Terbaru Lainnya

Paling Banyak Dibaca