Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, bersama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) telah menyepakati sejumlah langkah operasional untuk mengantisipasi penurunan jumlah kunjungan wisatawan. Kebijakan strategis ini diambil setelah adanya pantauan mengenai penurunan yang cukup signifikan pada angka kunjungan pelancong ke berbagai destinasi unggulan di daerah tersebut. Penurunan ini diketahui merupakan akibat langsung dari pengaruh cuaca ekstrem berupa suhu panas dan angin kencang yang saat ini sedang melanda wilayah Bone Bolango.
Menanggapi situasi yang berdampak pada sektor pariwisata tersebut, Kepala Disparpora Bone Bolango, Muhammad Yamin Abbas, pada hari Kamis menjelaskan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat. Disparpora melakukan koordinasi intensif dengan Pokdarwis untuk merumuskan solusi terbaik. Rapat koordinasi tersebut diselenggarakan secara langsung di salah satu lokasi wisata andalan, yakni wisata Hiu Paus Botubarani. Pertemuan penting ini turut dihadiri secara langsung oleh jajaran pejabat Disparpora, termasuk Sekretaris Dinas serta Kepala Bidang Pariwisata.
Dalam rapat koordinasi tersebut, seluruh pihak mendiskusikan dan menyepakati sejumlah poin penting terkait operasional tempat wisata di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Salah satu poin utama yang disepakati bersama adalah pemberlakuan larangan masuk ke objek-objek wisata yang dikategorikan rawan. Pembatasan operasional berupa larangan masuk ini diberlakukan secara tegas mulai pukul 10.00 WITA hingga sore hari. Aturan tersebut diterapkan demi menjaga keselamatan pengunjung mengingat adanya faktor hembusan angin kencang serta suhu panas yang dinilai sangat ekstrem pada rentang waktu tersebut.
KP Sanjaya Sisir Perairan Anak Krakatau Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak

Kondisi cuaca di Kabupaten Bone Bolango belakangan ini memang menunjukkan perubahan yang cukup mencolok dan mengkhawatirkan. Rata-rata suhu panas di wilayah ini dilaporkan telah mencapai hampir 30 derajat Celsius. Suhu udara yang tinggi tersebut kini mulai memicu terjadinya kekeringan di sejumlah wilayah di Kabupaten Bone Bolango. Kondisi alam ini dinilai sangat mengganggu kenyamanan para pengunjung tempat-tempat wisata, sehingga berpengaruh langsung pada semakin berkurangnya jumlah wisatawan yang datang.
Dampak dari cuaca panas dan kekeringan ini sangat terlihat pada destinasi wisata berbasis air. Muhammad Yamin Abbas mengungkapkan bahwa khusus untuk destinasi wisata air seperti Danau Perintis dan Pemandian Lombongo, telah terjadi penurunan debit air yang sangat signifikan. Di kedua lokasi tersebut, volume air terpantau sudah menyusut drastis dan berada sangat jauh dari kondisi normal. Hal ini membatasi aktivitas wisatawan yang ingin menikmati fasilitas air di lokasi tersebut.
Selain itu, perubahan cuaca ekstrem ini juga secara langsung memengaruhi pola dan waktu kunjungan para wisatawan. Berdasarkan hasil pemantauan di lokasi-lokasi wisata, aktivitas pelancong kini bergeser dan menjadi sangat terbatas. Kawasan wisata pantai, misalnya, saat ini hanya ramai dipadati oleh pengunjung pada pagi hari yang sangat awal, yaitu berkisar antara pukul 06.00 WITA hingga pukul 07.00 WITA. Selepas rentang waktu tersebut, tepatnya mulai pukul 08.00 WITA sampai dengan sore hari, intensitas kegiatan wisata di area pesisir berangsur sepi.
Istri Jurnalis Ikut Menyusuri Selat Sunda Mencari Korban Hilang Kontak Erupsi Krakatau

Situasi yang serupa juga terjadi di sektor wisata bahari. Meskipun kondisi air laut terkadang terpantau stabil, tingkat kunjungan wisatawan tetap berkurang secara drastis setelah memasuki pukul 08.00 WITA atau pukul 09.00 WITA. Perbedaan pola kunjungan ini sangat dipengaruhi oleh perubahan suhu udara serta faktor keselamatan. Terlebih lagi, ketika waktu menunjukkan di atas pukul 11.00 WITA, hembusan angin kencang mulai bertiup dan memicu terjadinya gelombang tinggi di perairan yang dapat membahayakan keselamatan para wisatawan.
Sementara itu, ketika hari sudah mulai sore, pergerakan para wisatawan praktis terpusat di kawasan wisata Danau Perintis. Pemerintah daerah terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk memitigasi penurunan kunjungan wisatawan agar Bone Bolango tetap menjadi destinasi wisata terbaik di Gorontalo. Selain itu, pemerintah daerah juga mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat. Warga, khususnya mereka yang berada di kawasan pesisir pantai serta mereka yang memanfaatkan fasilitas laut, diminta untuk terus meningkatkan kewaspadaan demi keselamatan bersama.






