PT Pertamina Patra Niaga menjalankan sederet langkah operasional guna mengurai kepadatan dan antrean panjang kendaraan yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Penanganan difokuskan pada percepatan pasokan dan penambahan fasilitas layanan di lapangan.
Langkah taktis yang ditempuh meliputi peningkatan volume penyaluran bahan bakar minyak (BBM), optimalisasi operasional armada mobil tangki selama 24 jam penuh, pemberlakuan operasional 24 jam pada 25 SPBU, hingga penambahan nozzle BBM subsidi di 12 SPBU di Makassar. Upaya rekonfigurasi kapasitas pelayanan ini juga mencakup penambahan nozzle untuk produk Pertalite guna mempercepat durasi pengisian tangki kendaraan konsumen.
Penyesuaian Distribusi dan Layanan SPBU
Penyesuaian konfigurasi layanan dan penambahan nozzle BBM subsidi ditujukan langsung untuk mendongkrak kapasitas layanan harian SPBU, mempercepat proses pengisian BBM, serta memangkas waktu tunggu masyarakat di jalur antrean.
Jangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa evaluasi kondisi operasional lapangan dilakukan secara berkelanjutan. Penyaluran BBM dilakukan secara dinamis dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan di setiap SPBU, sehingga pola distribusi BBM dapat segera disesuaikan dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, mobil tangki bahan bakar dioperasikan tanpa henti selama 24 jam untuk mempercepat pengiriman dan memastikan ketersediaan stok di tangki pendam SPBU tetap terjaga.
Faktor Lonjakan Kebutuhan BBM
Lonjakan antrean kendaraan di berbagai SPBU Makassar dipicu oleh peningkatan permintaan yang signifikan, khususnya pada kategori BBM subsidi. Kondisi tersebut diperkuat oleh perubahan pola konsumsi masyarakat yang melakukan pembelian secara bersamaan.
Biang Kerok Panel Surya RI Masuk AS Digetok Tarif Selangit

Peningkatan konsumsi BBM bersubsidi ini terlihat jelas pada kebutuhan Solar JBT yang mengalami kenaikan sekitar 10% hingga 15% pada rentang waktu Juni hingga Agustus 2026.
Guna menjaga kestabilan pasokan dan kelancaran antrean, Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM secara wajar sesuai kebutuhan dan menghindari pembelian berlebih. Layanan informasi serta pengaduan masyarakat terkait distribusi energi dapat diakses melalui saluran resmi Pertamina Contact Center di nomor 135.






