Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Biang Kerok Panel Surya RI Masuk AS Digetok Tarif Selangit

Marthen PalutunganDiterbitkan 13 Sep 2026 - 08.07 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Biang Kerok Panel Surya RI Masuk AS Digetok Tarif Selangit
Foto/Ilustrasi: Detik
A-A+

Pemerintah Amerika Serikat resmi mengenakan tarif antidumping dan bea masuk imbalan (countervailing duty) bernilai tinggi terhadap produk panel surya asal Indonesia. Langkah proteksi dagang ini diberlakukan setelah otoritas AS menyelesaikan penyelidikan yang menyimpulkan adanya penjualan produk di bawah harga pasar wajar serta indikasi subsidi pemerintah.

Dalam keputusan tersebut, produk panel surya asal Indonesia dijatuhi margin tarif antidumping sebesar 94,36 persen. Selain tarif antidumping, ekspor panel surya dari Indonesia juga dibebani countervailing duty dengan rentang tarif antara 73,2 persen hingga 173,7 persen.

Kebijakan pengenaan bea masuk tambahan ini tidak hanya menyasar Indonesia. Penyelidikan Departemen Perdagangan AS turut menetapkan margin antidumping sebesar 123,04 persen dan tarif imbalan hingga 126,09 persen bagi produsen panel surya asal India. Sementara itu, Laos menerima penetapan margin antidumping sebesar 65,43 persen dengan tarif imbalan pada kisaran 82,03 persen hingga 153,67 persen.

Baca Juga

Sederet Upaya Tangani Antrean Panjang di SPBU Kota Makassar

Sederet Upaya Tangani Antrean Panjang di SPBU Kota Makassar

Pihak berwenang AS menilai bahwa produsen panel surya di ketiga negara tersebut menikmati keuntungan dari subsidi yang dikucurkan oleh pemerintah masing-masing. Countervailing duty sendiri dirancang sebagai bea masuk penyeimbang untuk mengompensasi bantuan dana atau insentif subsidi yang diberikan negara asal kepada produsen eksportir.

Penyelidikan perdagangan ini bermula dari petisi yang diajukan oleh Alliance for American Solar Manufacturing and Trade. Aliansi ini menaungi sejumlah produsen panel surya domestik di AS, di antaranya First Solar, Hanwha Qcells, dan Mission Solar Energy.

Pengacara utama aliansi produsen AS tersebut, Tim Brightbill, menyatakan bahwa penetapan tarif akhir ini menjadi pijakan krusial dalam menegakkan regulasi perdagangan serta memulihkan iklim persaingan yang sehat bagi industri dan pekerja manufaktur panel surya di AS.

Baca Juga

Jangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

Jangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%

Proses pengenaan tarif ini masih menunggu langkah final dari Komisi Perdagangan Internasional AS (USITC). USITC dijadwalkan mengambil keputusan penentu pada 14 Oktober untuk menilai apakah aliran impor dari negara-negara tersebut secara material merugikan atau mengancam industri dalam negeri AS. Apabila USITC memvalidasi adanya kerugian industri domestik, Departemen Perdagangan AS diperkirakan merilis perintah penetapan tarif bea masuk final secara resmi pada November mendatang.

Ketegangan tarif panel surya di AS memiliki riwayat panjang sejak 2012, saat Washington pertama kali memberlakukan bea antidumping dan antisubsidi terhadap produk manufaktur panel surya asal China. Tekanan tarif tersebut kemudian mendorong sejumlah produsen asal China mengalihkan basis fasilitas produksi mereka ke negara-negara lain di kawasan Asia.

Sumber: Detik

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Perdagangan Internasionalekspor indonesia

Berita Terbaru Lainnya

Sederet Upaya Tangani Antrean Panjang di SPBU Kota MakassarJangan Lupa Serbu Transmart Full Day Sale! Gebyar Diskon 50% + 20%Target 100 Persen Sampah Terkelola pada 2029, Ini Strategi KLHKondisi Darurat Ancam Satu Dunia, Komandan Militer Langsung DipecatGempa Kepulauan Seribu M 5,9 Akibat Aktivitas Intraslab, Mengapa Getarannya Terasa Sangat Luas?LRT Jabodebek Ingatkan Sejumlah Larangan bagi PenumpangPengeroyokan Bambang Setiyawan, 3 Tersangka Ditangkap, Ini MotifnyaPetunjuk Polisi Ungkap Dugaan Pengeroyokan Bambang Pejompongan

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap