Kapal Polisi (KP) Sanjaya dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian intensif terhadap lima orang jurnalis dan tiga awak kapal yang dilaporkan hilang kontak saat bertugas meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyatakan bahwa operasi pemantauan dan penyisiran difokuskan di sejumlah titik perairan, khususnya di sekitar Krakatau Besar dan Krakatau Kecil. Tim SAR dan kepolisian berupaya melacak keberadaan rombongan tersebut dengan memetakan lokasi terakhir yang sempat terdeteksi.
Fokus Penyisiran Sinyal dan Wilayah Kepulauan
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim memfokuskan penyisiran pada area yang teridentifikasi sebagai titik terakhir pancaran sinyal telepon seluler maupun sinyal radio milik rombongan yang hilang. Petugas berpatroli menyusuri rute-rute laut serta memeriksa pulau-pulau di sekeliling kawasan vulkanik tersebut.
Komdigi Deteksi Sinyal Terakhir Jurnalis Hilang Kontak di Pulau Sebesi

Selain kawasan perairan utama, petugas turut menyisir sejumlah pulau kecil di sekitar Gunung Anak Krakatau, termasuk kawasan Pulau Sertung. Perjalanan operasional kapal pencari yang bertolak dari Pelabuhan Ciwandan menuju ke arah Pulau Sertung menempuh jarak sekitar 81 mil laut dengan estimasi waktu tempuh kurang lebih delapan jam perjalanan.
Sepanjang rute pelayaran, para petugas terus mengamati kondisi permukaan laut secara saksama. Pemantauan visual dilakukan guna mencari kemungkinan adanya temuan benda terapung, barang bawaan, maupun puing kapal yang diduga berkaitan langsung dengan rombongan yang tengah dicari.
Keterlibatan Nelayan dan Status Gunung Anak Krakatau
Mengenai situasi di lapangan, Irjen Pol Hengki menjelaskan bahwa kondisi cuaca di kawasan pencarian terpantau teduh, kendati area di sekitar perairan dan pulau masih diselimuti awan tebal.
Momen Prabowo Disambut PM India Modi saat Tiba di KTT ke-18 BRICS

Aparat kepolisian juga merangkul para nelayan lokal yang sedang beraktivitas mencari ikan di sekitar perairan Krakatau untuk turut membantu upaya pencarian. Nelayan diminta segera memberikan laporan dan meneruskan informasi kepada petugas apabila melihat atau menemukan tanda-tanda yang relevan dengan keberadaan rombongan jurnalis dan awak kapal tersebut.
Operasi pencarian ini berlangsung dengan tetap memperhatikan faktor keselamatan terkait dinamika vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Anak Krakatau berada pada Level III atau Siaga. Sehubungan dengan tingkat kewaspadaan tersebut, masyarakat luas diimbau dan dilarang keras mendekati kawasan pusat erupsi dalam radius 3 kilometer.






