Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendeteksi titik pancaran sinyal telepon seluler terakhir rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda berada di sekitar Pulau Sebesi. Data telekomunikasi tersebut telah diserahkan kepada Tim SAR Gabungan guna memfokuskan pencarian delapan korban di lapangan.
Pelacakan teknis ini dilakukan melalui koordinasi dengan tiga operator seluler untuk memetakan sinyal dari menara pemancar (BTS) di kawasan Banten maupun Lampung. Komdigi juga mengerahkan Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio guna memantau sinyal radio dan frekuensi yang berpotensi tertangkap di area operasi.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyampaikan bahwa titik koordinat sinyal di Pulau Sebesi menjadi salah satu rujukan krusial bagi tim penyelamat. Informasi teknis tersebut langsung diintegrasikan ke dalam rencana penyisiran laut dan udara.
BMKG Catat 14.993 Gempa Susulan Guncang Flores Sejak 15 Agustus

Pencarian Hari Kelima Diperluas
Memasuki hari kelima operasi, Tim SAR Gabungan memperluas radius penyisiran di perairan Selat Sunda. Sebanyak 14 kapal dan satu unit helikopter dikerahkan untuk memeriksa sejumlah titik yang diduga dilintasi atau disinggahi kapal cepat (speedboat) korban.
Penyisiran udara menggunakan helikopter sempat terkendala oleh kemunculan kabut tebal yang membatasi jarak pandang hingga sekitar 1,5 kilometer. Kendati demikian, tim gabungan terus menyusuri rute perairan yang terindikasi dari hasil olah data telekomunikasi. Nezar mengimbau publik untuk selalu memantau perkembangan resmi langsung dari pihak Tim SAR.
KP Sanjaya Sisir Perairan Anak Krakatau Cari Rombongan Jurnalis yang Hilang Kontak

Kronologi dan Data Korban Hilang
Rombongan yang terdiri dari lima pewarta foto dan tiga awak kapal tersebut berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bertolak menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk keperluan liputan aktivitas vulkanik sebelum akhirnya dilaporkan hilang kontak.
Lima jurnalis foto yang masih dalam pencarian yaitu Muhammad Bagus Khoirunas (ANTARA), Arie Basuki (merdeka.com), Donal Husni (fotografer lepas), Yudhistira (iNews), dan Daus (Anadolu). Tiga orang lainnya yang berada di dalam kapal meliputi nakhoda, satu anak buah kapal (ABK), serta seorang pemandu lokal.






