Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 14.993 gempa bumi susulan mengguncang kawasan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Rangkaian aktivitas seismik ini berlangsung pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang melanda wilayah tersebut pada 15 Agustus 2026.
Berdasarkan rekapitulasi data BMKG hingga Sabtu (12/9) pukul 17.00 WIB, gempa susulan yang terjadi memiliki variasi kekuatan yang cukup lebar, dengan magnitudo terbesar tercatat 6,2 dan terkecil 0,9.
Dari total hampir 15 ribu gempa susulan tersebut, BMKG merinci sebanyak 38 kejadian memiliki magnitudo di atas 5,0. Selain itu, terdapat 187 kali gempa susulan yang getarannya dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
Pengeroyokan Bambang Setiyawan, 3 Tersangka Ditangkap, Ini Motifnya

Aktivitas kegempaan di kawasan Flores masih terus terpantau. Salah satu kejadian tektonik terbaru mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo pada pukul 01.21 WIB dengan magnitudo 2,0.
Pusat gempa bermagnitudo 2,0 tersebut berada di laut pada kedalaman 22 kilometer dengan koordinat 8,40 Lintang Selatan dan 121,07 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 41 kilometer arah barat laut Mbay, Nagekeo.
Petunjuk Polisi Ungkap Dugaan Pengeroyokan Bambang Pejompongan

BMKG menegaskan bahwa informasi awal mengenai data gempa bumi ini mengutamakan kecepatan penyampaian kepada publik. Oleh karena itu, hasil pengolahan data masih berpotensi mengalami pembaruan seiring kelengkapan data seismik lanjutan yang masuk dan dianalisis oleh petugas.






