Shopee Indonesia bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi meluncurkan Program Akselerasi Produk Lokal di Taman Mini Indonesia Indah pada Kamis (13/8/2026). Inisiatif ini dihadirkan untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tanah air agar dapat naik kelas.
Menteri Perdagangan Budi Santoso memberikan apresiasi atas langkah Shopee yang merespons cepat kebijakan baru Permendag Nomor 19 Tahun 2026 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Pemerintah juga terus memberikan dukungan nyata bagi UMKM, salah satunya melalui program Product Placement Pilihan BuSan yang memajang produk lokal di ruang kerja menteri. Produk-produk tersebut diseleksi ulang setiap tiga bulan dan diikutsertakan dalam pameran Trade Expo Indonesia (TEI) yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-41. Pada tahun lalu, sekitar 10 perusahaan dari program ini berhasil mendapatkan pembeli untuk keperluan ekspor.
Selain itu, pelaku usaha juga didorong untuk memanfaatkan program UMKM Bisa Ekspor. Melalui fasilitas ini, pelaku UMKM cukup mempresentasikan produk mereka secara daring kepada perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri, seperti Atase Perdagangan atau Indonesian Trade Promotion Center (ITPC). Nilai transaksi dari program ini tercatat mencapai 134 juta dolar AS pada tahun lalu, dan telah menyentuh angka 251 juta dolar AS untuk periode Januari hingga Juni tahun ini. Sekitar 60 hingga 70 persen dari peserta program tersebut merupakan pelaku usaha yang belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
Pemerintah Beri Diskon Pajak 100 Persen, Kebijakan Insentif PPN DTP Perumahan Diperpanjang hingga Akhir 2027

Deputy Director of Government Relations Shopee Indonesia, Balques Manisang, menyatakan bahwa pihaknya mewujudkan komitmen dukungan melalui enam pilar utama dalam Program Akselerasi Produk Lokal. Enam program tersebut mencakup Voucher Akselerasi Usaha, Kampus Shopee Kelas Online, Program Ekspor Shopee dan Program Ekspor Shopee Fleksi, Layanan Dikelola Shopee, Inovasi Fitur, serta Akselerasi Perlindungan. Balques mengungkapkan bahwa sejak tahun 2022, sebanyak 4 miliar produk telah berhasil terjual melalui kanal pilihan lokal Shopee, yang turut mendorong peningkatan pendapatan penjual lokal hingga 40 persen sepanjang tahun 2025.
Dalam operasional ekspor, Program Ekspor Shopee membantu pelaku usaha dalam manajemen logistik, sedangkan Ekspor Shopee Fleksi menyerahkan pengelolaan sepenuhnya kepada pedagang untuk mengatur margin dan strategi harga. Untuk pengembangan kapasitas, program Kampus Shopee Kelas Online telah melatih jutaan pelaku UMKM di 514 kabupaten dan kota pada tahun lalu dengan menyediakan lebih dari 350 jam pelatihan serta 400 modul secara gratis. Shopee juga menghadirkan inovasi melalui fitur Program Saya guna mempermudah pelaku usaha memantau keikutsertaan mereka dalam berbagai kampanye promosi.
IHSG Melemah 1,18 Persen di Sesi I, Asing Catatkan Net Sell Rp1,18 Triliun

Dari sisi efisiensi dan pelindungan, Layanan Dikelola Shopee menawarkan fasilitas gratis biaya layanan selama tiga bulan pertama untuk menekan biaya awal pelaku usaha. Shopee juga menyediakan Brand IP Portal agar pelaku UMKM lebih mudah melaporkan indikasi plagiasi atau pelanggaran merek dagang. Sebagai tambahan dukungan finansial, Shopee telah meluncurkan voucher akselerasi usaha sejak 17 Mei 2026 dengan nilai 500.000 rupiah per bulan untuk setiap toko. Lebih dari 130.000 voucher juga rutin dibagikan setiap bulannya bagi pembeli produk lokal, yang selalu habis diklaim dalam waktu tujuh jam.






