Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat pada perdagangan sesi pertama hari Kamis, 13 Agustus 2026. Indeks acuan Bursa Efek Indonesia (BEI) tersebut terpuruk ke zona merah seiring dengan derasnya aliran dana keluar dari investor asing. Aksi lego saham oleh pemodal internasional ini membuat pasar domestik limbung sejak pembukaan perdagangan pagi hari.
Pada penutupan sesi I, IHSG bertengger di level 6.298,34. Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 1,18 persen dibandingkan dengan penutupan hari sebelumnya yang berada di level 6.373,85. Tekanan jual yang masif bahkan sempat menyeret indeks ke level terendah harian di angka 6.281,57, sebelum akhirnya berhasil sedikit memangkas koreksi menjelang jeda siang.
Sentimen negatif yang membayangi pasar modal kali ini dipicu oleh pengumuman hasil MSCI August 2026 Index Review. Pengumuman penyesuaian bobot portofolio global tersebut langsung direspons oleh pelaku pasar dengan melakukan penyesuaian posisi. Berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, investor asing mencatatkan nilai pembelian (foreign buy) sebesar Rp1,78 triliun. Namun, angka tersebut kalah jauh dibandingkan dengan nilai penjualan (foreign sell) yang menembus Rp2,96 triliun. Alhasil, investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) akumulatif senilai Rp1,18 triliun di seluruh pasar.
Nilai Tukar Rupiah Tertekan Pagi Ini, Dolar AS Naik ke Rp17.875

Menariknya, aksi pelepasan saham oleh investor asing tidak terfokus pada saham-saham yang baru saja dikeluarkan dari indeks MSCI. Pelepasan portofolio justru menyasar sejumlah saham berkapitalisasi besar lainnya. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) menjadi target penjualan terbesar dengan catatan net sell mencapai Rp147,57 miliar. Menyusul di belakangnya, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mencatatkan penjualan bersih asing sebesar Rp118,39 miliar.
Tekanan jual asing juga melanda saham-saham sektor energi dan infrastruktur lainnya. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mencatatkan net sell sebesar Rp82 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dengan Rp79,16 miliar, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai Rp64,41 miliar. Emiten tambang, telekomunikasi, dan perbankan juga tidak luput dari aksi lego, dengan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) mencatat net sell Rp54,89 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp43,94 miliar, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sebesar Rp41,57 miliar, PT Indosat Tbk (ISAT) sebesar Rp36,49 miliar, serta PT Bumi Resources Tbk (BUMI) senilai Rp35,74 miliar.
Akhir Tahun, BBM Pertalite Bakal Dibatasi Buat Orang Kaya

Di tengah gelombang penjualan tersebut, beberapa saham masih mampu menarik minat beli investor asing, meskipun nilainya relatif terbatas. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) memimpin jajaran saham yang paling banyak dikoleksi asing dengan net buy sebesar Rp11,08 miliar. Dua emiten lain yang turut mencatatkan pembelian bersih adalah PT Gudang Garam Tbk (GGRM) senilai Rp8,61 miliar dan PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) sebesar Rp6,58 miliar.
Menghadapi sisa perdagangan hari ini, para pelaku pasar kini bersikap lebih waspada sembari mencermati pergerakan di sesi kedua. Investor domestik diperkirakan akan terus memantau apakah IHSG mampu bertahan di atas level psikologis atau justru kembali menguji level terendah hariannya. Perkembangan rebalancing portofolio global pasca-pengumuman MSCI ini diprediksi masih akan memengaruhi arah pergerakan arus modal asing dalam jangka pendek.






