Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Business

Ekonom Peringatkan Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri yang Makin Pendek

Yolanda TobanDiterbitkan 14 Sep 2026 - 21.12 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Ekonom Peringatkan Risiko Jatuh Tempo Utang Luar Negeri yang Makin Pendek
Foto/Ilustrasi: Media Indonesia
A-A+

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperingatkan adanya peningkatan risiko pada jatuh tempo utang luar negeri (ULN) jangka pendek Indonesia. Kendati rasio total utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih terpantau stabil, profil kewajiban jangka pendek dinilai memerlukan kewaspadaan ekstra.

Berdasarkan data Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) edisi Agustus 2026, total posisi ULN Indonesia pada triwulan II 2026 tercatat sebesar 453,4 miliar dolar AS atau tumbuh 4,4 persen secara tahunan (yoy). Bank Indonesia melaporkan angka tersebut setara dengan rasio 30,6 persen terhadap PDB.

Dari total kewajiban tersebut, posisi ULN dengan sisa jangka waktu kurang dari atau sama dengan satu tahun telah mencapai 105,95 miliar dolar AS per Juni 2026. Kondisi ini mendorong kenaikan rasio ULN jangka pendek terhadap cadangan devisa, yang melonjak dari 55,57 persen pada triwulan II 2025 menjadi 72,77 persen pada triwulan II 2026.

Baca Juga

Dari Ruang Belajar ke Ekosistem Bisnis, Solopreneur Kini Dibidik untuk Naik Kelas

Dari Ruang Belajar ke Ekosistem Bisnis, Solopreneur Kini Dibidik untuk Naik Kelas

Ketahanan Cadangan Devisa dan Tekanan Kurs

Yusuf menjelaskan bahwa rasio 72,77 persen tersebut secara teknis masih berada di bawah batas kritis 100 persen berdasarkan pendekatan Guidotti-Greenspan, sehingga belum mengindikasikan adanya sinyal krisis. Posisi cadangan devisa Indonesia per Agustus 2026 sebesar 146,5 miliar dolar AS juga masih memadai untuk mendanai kebutuhan lebih dari lima bulan impor, kendati sempat menyusut pada Juli 2026 akibat pembayaran utang luar negeri pemerintah dan intervensi stabilisasi rupiah oleh BI.

Kendati demikian, sensitivitas terhadap sentimen global kian meningkat seiring makin pendeknya struktur jatuh tempo. Yusuf menegaskan bahwa ancaman utama bukan bersumber dari ketidakmampuan bayar, melainkan volatilitas pasar keuangan.

"Risikonya lebih pada tekanan kurs dan biaya refinancing daripada solvabilitas pemerintah," ujar Yusuf.

Baca Juga

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Warga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Hingga akhir 2026, Yusuf memproyeksikan rasio ULN terhadap PDB akan bertahan pada kisaran 30 hingga 32 persen. Proyeksi ini bergantung pada terjaganya pertumbuhan ekonomi nasional serta kehati-hatian sektor swasta agar tidak agresif menarik pinjaman valuta asing baru.

Di sisi pemerintah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa fundamental ekonomi nasional tetap kokoh berkat kedisiplinan fiskal dan predikat investment grade. Senada, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi utang Indonesia berada di kisaran 40 persen dari PDB, masih jauh di bawah batas aman internasional sebesar 60 persen.

Sumber: Media Indonesia

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bank IndonesiaEkonomi IndonesiaCadangan Devisa

Berita Terbaru Lainnya

Dari Ruang Belajar ke Ekosistem Bisnis, Solopreneur Kini Dibidik untuk Naik KelasLintasarta Perkuat Transformasi Digital BPD untuk Dukung Ekonomi NasionalHari Ke-8 Pemadaman Kebakaran TPA Galuga, Sisa Lahan Terbakar Kurang 1 HektarBahlil soal Impor Minyak Rusia, yang Penting Barang MurahDaftar Cabor Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Jadi Andalan?Helikopter Polri Evakuasi 1 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8OJK Batal Batasi Warga RI Pinjam Duit Maksimal 3 Pindar, Ini AlasannyaWarga RI Pilih Kredit EV Daripada Mobil Bekas, Pembiayaan Naik 103%

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap