Upaya penanganan kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Bogor, memasuki hari ke-8 dengan perkembangan signifikan. Area lahan yang terbakar kini menyusut drastis dan menyisakan sekitar 0,48 hektare dari total 8,4 hektare area terdampak.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin menyampaikan bahwa kobaran api sempat meluas di luar perkiraan pada hari kedua. Kendati demikian, koordinasi di lapangan berhasil mengendalikan perambatan api hingga tersisa kurang dari satu hektare.
Operasi pemadaman di TPA Galuga telah berlangsung selama 24 jam nonstop sejak hari pertama kejadian. Penanganan intensif ini melibatkan kerja sama lintas instansi antara Pemerintah Kabupaten Bogor, Pemerintah Kota Bogor, TNI, Polri, serta relawan.
Bahlil soal Impor Minyak Rusia, yang Penting Barang Murah

Sejumlah strategi teknis dikerahkan untuk mengatasi api di tumpukan sampah, termasuk operasi water bombing oleh TNI AU dan pengerahan alat berat. Tim di lapangan juga membuat tampungan air atau embung darurat beralas terpal tepat di area tumpukan sampah agar sumber air berada lebih dekat dengan titik semprotan.
Untuk memetakan titik panas di bawah permukaan gunungan sampah, petugas menerbangkan drone termal setiap satu jam sekali. Petugas langsung mengarahkan penyemprotan ke area yang terpantau berwarna merah pada sensor termal dan beralih ke lokasi lain ketika indikator suhu sudah berubah menjadi hijau. Petugas darat turut disiagakan berpatroli di sekeliling TPAS Galuga guna mengantisipasi pemicu api baru.
Helikopter Polri Evakuasi 1 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Bupati Bogor Rudy Susmanto menargetkan kebakaran di TPA Galuga dapat dipadamkan secara menyeluruh sebelum 17 September 2026. Target percepatan tersebut berkaitan dengan agenda groundbreaking proyek fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik dan pengolahan sampah metode pirolisis menjadi bahan bakar minyak.






