Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa pemerintah tidak mempermasalahkan asal negara impor minyak mentah, termasuk dari Rusia. Menurutnya, prioritas utama Indonesia saat ini adalah memastikan ketersediaan pasokan energi nasional dengan harga paling terjangkau.
Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia mengamankan pasokan minyak mentah (crude oil) dari sejumlah negara mitra demi menjaga ketahanan energi domestik.
"Kita sekarang mendapat crude dari beberapa negara, termasuk Rusia. Yang penting barang ada dan murah," ujar Bahlil.
Daftar Cabor Indonesia di Asian Games 2026, Berapa Jadi Andalan?

Sikap tersebut, menurut Bahlil, sejalan dengan prinsip kedaulatan negara. Ia menekankan bahwa Indonesia memegang teguh mazhab politik maupun ekonomi bebas aktif, sehingga tidak boleh ada pihak atau negara lain yang mengintervensi penentuan sumber pasokan energi nasional.
Kesenjangan Pasokan dan Diversifikasi Sumber Minyak
Kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Di sisi lain, kapasitas lifting minyak bumi Indonesia baru berada di kisaran 600 ribu hingga 610 ribu barel per hari, sehingga impor menjadi langkah yang tak terhindarkan untuk menutup defisit harian tersebut.
Guna mengantisipasi dinamika global, pemerintah telah melakukan diversifikasi pasokan dengan mengalihkan sebagian sumber minyak mentah dari kawasan Timur Tengah ke kawasan lain, termasuk negara-negara di benua Afrika seperti Angola.
Helikopter Polri Evakuasi 1 Jenazah Korban KM Virgo Transport 8

Langkah mitigasi ini berkaitan erat dengan kerentanan jalur logistik energi global. Saat ini, sekitar 20 hingga 24 persen minyak mentah yang menopang kebutuhan domestik Indonesia dikirim melalui Selat Hormuz. Jalur pelayaran strategis tersebut rentan terhadap eskalasi geopolitik.
Bahlil mengingatkan bahwa potensi penutupan atau gangguan di Selat Hormuz membawa dampak langsung terhadap pasokan energi Indonesia. "Begitu ditutup, ada dua tantangannya. Satu adalah kepastian suplai, yang kedua adalah harga," jelasnya.






