Gempa bumi tektonik dangkal berkekuatan magnitudo 4,3 yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur dan sekitarnya pada Selasa (1/9/2026) petang berpusat di wilayah Kecamatan Cibeber. Peristiwa ini disusul getaran susulan skala kecil pada malam harinya serta menyebabkan kerusakan fisik pada sedikitnya dua unit rumah warga.
Camat Cibeber Ardian Athoillah mengungkapkan bahwa titik episenter gempa berada di antara perbatasan Desa Kanoman dan Desa Cipetir. Gempa dangkal yang terjadi pada pukul 17.53:11 WIB tersebut diduga kuat dipicu oleh aktivitas patahan aktif, yakni bagian dari segmen Sesar Cisokan.
Api Belum Padam, Kebakaran Lahan di Bogor Merembet ke TPA Galuga

Akibat guncangan tersebut, dua bangunan rumah warga di Kampung Pasirmunding, Desa Sukaraharja, dilaporkan mengalami keretakan pada dinding. Unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cibeber langsung melakukan peninjauan lapangan dan proses asesmen untuk memantau situasi serta menghimpun data kerusakan secara berkala.
Pramono Segera Putuskan Tarif Baru Masuk Ragunan

Sebelum peristiwa ini, BMKG Bandung mencatat ada 195 kejadian gempa bumi yang melanda kawasan Jawa Barat sepanjang Agustus 2026. Hingga saat ini, pihak berwenang di Cibeber terus memantau perkembangan situasi dan memastikan keamanan warga di sekitar lokasi pusat gempa.






