Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/Nasional

Era Controlled Landfill di TPST Bantargebang Ubah Pemilahan Sampah dan Turunkan Penghasilan Pemulung

Uria KilaDiterbitkan 5 Agu 2026 - 08.21 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Era Controlled Landfill di TPST Bantargebang Ubah Pemilahan Sampah dan Turunkan Penghasilan Pemulung
Foto/Ilustrasi: finance.detik.com.
A-A+

Penerapan sistem pengelolaan sampah baru di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang kini tengah menjadi perhatian. Langkah transisi menuju era baru ini ditandai dengan diterapkannya metode controlled landfill. Kehadiran sistem controlled landfill di TPST Bantargebang tersebut secara langsung membawa dampak yang signifikan terhadap proses operasional harian di lapangan, terutama dalam hal bagaimana sampah dikelola dan diproses. Salah satu perubahan paling mendasar yang terjadi sejak sistem ini diberlakukan adalah adanya perubahan dalam proses pemilahan sampah. Perubahan tata cara pemilahan sampah ini merupakan bagian dari upaya penyesuaian terhadap metode pengelolaan yang baru diterapkan di kawasan pembuangan tersebut.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News
Sebelum diterapkannya sistem controlled landfill, aktivitas pemilahan sampah di TPST Bantargebang berjalan dengan metode yang berbeda. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan kebutuhan akan pengelolaan yang lebih terstruktur, sistem controlled landfill pun mulai diimplementasikan secara menyeluruh. Penerapan sistem ini secara langsung mengubah alur dan mekanisme pemilahan sampah yang ada di area TPST Bantargebang. Perubahan sistem pemilahan sampah ini tentunya dirancang untuk menyesuaikan dengan standar operasional dari metode controlled landfill itu sendiri. Akibatnya, seluruh aktivitas yang berkaitan dengan pemisahan dan pengelompokan jenis-jenis sampah di lokasi tersebut kini harus mengikuti aturan dan prosedur baru yang telah ditetapkan oleh pihak pengelola.

Perubahan dalam proses pemilahan sampah yang dipicu oleh penerapan sistem controlled landfill ini tidak hanya memengaruhi aspek teknis operasional di TPST Bantargebang. Lebih dari itu, perubahan sistem pemilahan sampah tersebut juga membawa dampak yang cukup mendalam bagi berbagai pihak yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut. Salah satu kelompok masyarakat yang paling merasakan dampak langsung dari perubahan sistem pemilahan sampah ini adalah para pemulung. Selama bertahun-tahun, para pemulung di TPST Bantargebang menggantungkan kelangsungan hidup dan mata pencaharian mereka pada keberadaan sampah-sampah yang masuk ke area pembuangan tersebut. Kehidupan ekonomi mereka sangat terikat dengan aktivitas mencari dan mengumpulkan sampah yang masih bernilai ekonomis.

Baca Juga

Layanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek

Layanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah Jadetabek

Dengan adanya sistem controlled landfill yang mengubah cara pemilahan sampah di TPST Bantargebang, ruang gerak dan pola kerja para pemulung pun turut mengalami perubahan. Ketergantungan yang tinggi terhadap sampah sebagai sumber mata pencaharian kini harus berhadapan dengan kenyataan bahwa sistem pengelolaan yang baru telah membatasi atau mengubah cara mereka mendapatkan sampah yang bernilai jual. Dampak nyata dari perubahan pola pemilahan sampah ini adalah terjadinya penurunan penghasilan bagi para pemulung yang beroperasi di TPST Bantargebang. Menurunnya penghasilan ini menjadi persoalan serius bagi mereka yang setiap harinya bergantung sepenuhnya pada volume dan jenis sampah yang dapat mereka kumpulkan di kawasan tersebut.

Penurunan pendapatan yang dialami oleh para pemulung di TPST Bantargebang ini terjadi secara drastis sejak era controlled landfill dimulai. Sistem pengelolaan sampah yang baru ini secara tidak langsung memengaruhi ketersediaan sampah yang biasa dikumpulkan oleh para pemulung untuk dijual kembali. Karena proses pemilahan sampah telah berubah akibat penerapan controlled landfill, peluang para pemulung untuk mendapatkan sampah yang bernilai guna menjadi semakin berkurang. Hal ini memicu penurunan penghasilan yang sangat dirasakan oleh komunitas pemulung setempat, yang selama ini menjadikan TPST Bantargebang sebagai satu-satunya sumber penghasilan utama untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Baca Juga

Nilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Indonesia

Nilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis Indonesia

Secara keseluruhan, situasi yang terjadi di TPST Bantargebang saat ini menggambarkan bagaimana sebuah kebijakan baru dalam pengelolaan sampah dapat memengaruhi ekosistem sosial di sekitarnya. Penerapan sistem controlled landfill memang telah berhasil mengubah metode pemilahan sampah di area tersebut menjadi lebih terstruktur sesuai dengan sistem yang baru. Namun, di sisi lain, perubahan sistem pemilahan sampah tersebut membawa konsekuensi ekonomi yang cukup berat bagi para pemulung. Penurunan penghasilan pemulung yang bergantung pada sampah di TPST Bantargebang menjadi bukti nyata bahwa transisi menuju era controlled landfill ini memiliki dampak sosial-ekonomi yang signifikan terhadap masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari sampah di kawasan tersebut.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

TPST BantargebangControlled LandfillPemulungSampah

Berita Terbaru Lainnya

Jadwal Sidang Antimonopoli Akuisisi Paramount-WBD Ditetapkan Maret 2027, Denda Keterlambatan MembengkakLayanan Samsat Keliling Hadir di 14 Wilayah JadetabekNilai Ekspor CPO Tumbuh 7,32 Persen, Mentan Sebut Hilirisasi Sawit Senjata Strategis IndonesiaOJK Bantah Isu Defisit Anggaran 2025 dan Jelaskan Dampak Transisi UU P2SKPolres Lombok Timur Pantau SPBU dan Cek Stok BBM Usai Keluhan Antrean PanjangPenemuan Mayat Tanpa Kaki di Depok yang Sempat Dikira Sampah dan Dibakar WargaKader Gerindra Sulawesi Selatan Dorong Prabowo Maju di Pemilu 2029, Sufmi Dasco Beri ResponsKPK Ungkap Dugaan Gratifikasi Bupati Kuansing dari Potongan TPP ASN hingga 50 Persen

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

Hukum & Kriminal

Polisi Bawa Empat Kantong Barang Bukti dari Olah TKP Lanjutan di Mordent Clinic

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap