Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di kawasan Gunung Ungaran, Jawa Tengah, dijalankan secara bertahap dan berpijak pada kajian mendalam. Langkah ini mengedepankan aspek keselamatan kerja, perlindungan lingkungan, serta pelestarian cagar budaya di sekitarnya, termasuk kompleks Candi Gedong Songo.
Proyek yang mencakup wilayah administratif Kabupaten Semarang dan Kabupaten Kendal tersebut saat ini masih berada pada fase eksplorasi dan studi kelayakan. Merujuk pada dokumen Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, PLTP Gunung Ungaran direncanakan memiliki kapasitas pembangkitan sekitar 55 megawatt (MW) dengan proyeksi mulai beroperasi secara komersial pada 2031.
Ada Sutet di Lokasi TPA Putri Cempo Solo yang Kebakaran

Untuk meminimalkan dampak fisik di permukaan, kegiatan pengeboran eksplorasi menerapkan metode directional drilling (pengeboran terarah). Teknologi ini memungkinkan proses pengeboran diarahkan dari satu titik ke titik reservoir target di bawah tanah tanpa harus menempatkan fasilitas langsung di atas titik panas bumi permukaan. Penentuan tapak sumur didasarkan pada kalkulasi teknis demi menjaga stabilitas kawasan sekitar.
Perlindungan terhadap situs cagar budaya Candi Gedong Songo juga menjadi perhatian utama. Berdasarkan kajian pemetaan sosial yang dilakukan Universitas Diponegoro pada 2019, kawasan candi tersebut telah memiliki pembagian zonasi yang terinci, mulai dari zona inti, zona penyangga, hingga zona pengembangan. ESDM mencatat pemanfaatan lahan untuk fasilitas PLTP 55 MW ini hanya memakan porsi di bawah 1 persen dari total keseluruhan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Ungaran yang telah ditetapkan sejak 2007.
Kebakaran Hutan Picu 50.891 Kasus ISPA dalam Dua Bulan

Sebagai rujukan praktik lapangan, Kementerian ESDM menyoroti pengalaman pengelolaan panas bumi di Dieng. Kawasan Dieng dinilai memberikan pembelajaran relevan mengenai bagaimana fasilitas energi dapat berkoeksistensi harmonis dengan fungsi konservasi geologi, keanekaragaman hayati, pelestarian budaya, destinasi wisata, serta aktivitas pertanian masyarakat setempat.






