Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral NewsBerita UtamaNewsPopuler
Beranda/General News

Fenomena Antrean Panjang Wahana Dufan dan Faktor Psikologis Pengunjung

Bambang HandayaniDiterbitkan 3 Agu 2026 - 13.10 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
Fenomena Antrean Panjang Wahana Dufan dan Faktor Psikologis Pengunjung
Foto/Ilustrasi: kumparan.com.
A-A+

Dunia Fantasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan Dufan di kawasan Ancol, merupakan taman hiburan terbesar di Indonesia. Destinasi wisata hiburan ini menawarkan puluhan wahana dengan karakteristik yang berbeda bagi masyarakat. Pada momen libur sekolah, akhir pekan, maupun musim liburan, kawasan ini kerap memperlihatkan pemandangan yang khas, yakni hadirnya ribuan pengunjung yang memadati area permainan. Di tengah banyaknya pilihan wahana yang tersedia, terdapat fenomena menarik di mana antrean panjang selalu mengular pada titik-titik permainan populer.

Fenomena antrean tersebut menunjukkan antusiasme yang tinggi dari para wisatawan di lapangan. Banyak pengunjung bersedia berdiri di barisan antrean selama puluhan menit, bahkan hingga melampaui satu jam, hanya demi mencoba satu permainan. Padahal, durasi pelaksanaan wahana tersebut sebenarnya berlangsung cukup singkat, yakni tidak lebih dari beberapa menit. Hal ini menjadi menarik karena sebagian besar pengunjung tetap memilih untuk menunggu di wahana populer, padahal masih terdapat pilihan permainan lain dengan barisan antrean yang jauh lebih pendek.

Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiPemerintahanBisnisSosialPeristiwaNasionalMegapolitanInternasionalOlahragaOtomotifTeknologiKesehatanHiburanMetroKriminalLingkunganPendidikanGaya HidupKeuanganBerita NasionalHukum & KriminalBeritaInfrastrukturGeneral News

Ditinjau dari ilmu perilaku konsumen, keputusan berwisata tersebut tidak selalu berlandaskan pada efisiensi waktu atau kenyamanan. Pilihan seseorang acap kali didorong oleh persepsi nilai, harapan atas pengalaman yang ingin diraih, serta pengaruh dari lingkungan sosial. Di antara berbagai pilihan yang tersedia di Dufan, wahana seperti Halilintar, Tornado, Kora-Kora, dan Arung Jeram konsisten menjadi sasaran utama bagi sebagian besar pengunjung. Ketika barisan antrean suatu permainan semakin panjang, justru timbul anggapan kuat bahwa wahana tersebut merupakan yang paling menarik dan wajib dinikmati.

Baca Juga

Pria yang Lompat Cari Kunci Motor di Banjir Kanal Barat Ditemukan Tewas

Pria yang Lompat Cari Kunci Motor di Banjir Kanal Barat Ditemukan Tewas

Perilaku memilih wahana yang ramai ini dapat dijelaskan melalui konsep social proof, yakni kecenderungan individu untuk menilai pilihan mayoritas sebagai tindakan yang tepat. Saat melihat barisan panjang orang yang menunggu di suatu permainan, pengunjung lain terdorong untuk mengambil pilihan serupa. Ada keyakinan dalam diri mereka bahwa pengalaman yang didapatkan nantinya akan sebanding dengan besarnya pengorbanan waktu tunggu tersebut.

Kehadiran media sosial turut memegang peranan signifikan dalam membentuk perilaku para pengunjung. Tidak sedikit masyarakat yang berkunjung ke Dufan bukan semata-mata untuk menaiki wahana, melainkan juga untuk mendokumentasikan momen berlibur lewat foto dan video. Berbagai rekaman visual tersebut selanjutnya diunggah ke platform media sosial seperti Instagram dan TikTok. Area di sekitar wahana populer sering terpilih sebagai latar belakang favorit karena dinilai memiliki daya tarik lebih tinggi untuk diperlihatkan. Melalui perspektif perilaku konsumen, pengalaman berkunjung kini telah berevolusi menjadi bagian dari produk itu sendiri. Masyarakat bukan cuma membayar tiket masuk, melainkan juga memperoleh kenangan dan kepuasan emosional, di mana nilai kunjungan dinilai dari pengalaman yang dapat dibagikan kepada orang lain.

Baca Juga

Pupuk Kaltim Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Tebok Batang Bontang

Pupuk Kaltim Rehabilitasi 2,23 Hektare Terumbu Karang di Tebok Batang Bontang

Dari pihak pengelola, Dufan mengimplementasikan berbagai strategi pemasaran yang efektif memengaruhi keputusan masyarakat. Langkah promosi ini mencakup penawaran tiket berharga khusus pada periode tertentu, sistem pembelian daring, paket tahunan, serta penyajian informasi terkait wahana favorit. Bagi sebagian konsumen, penawaran promo tersebut menjadi pertimbangan utama dalam menentukan waktu kunjungan mereka. Saat dihadapkan pada antrean yang panjang di lapangan, perilaku pengunjung pun terbagi menjadi beberapa tipe. Ada yang memutuskan untuk tetap bertahan di barisan karena merasa telah menginvestasikan banyak waktu, sementara sebagian lainnya memilih berpindah ke wahana dengan antrean yang lebih pendek. Pilihan akhir tersebut sangat bergantung pada ekspektasi atas pengalaman yang diincar, kondisi fisik pengunjung, hingga siapa saja yang menemani mereka selama berwisata.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

tornadoMedia SosialDunia FantasiDufanAncolHalilintar

Berita Terbaru Lainnya

Pembangunan Pedesaan di Guangdong, Mengubah Lahan Kuno Menjadi Resor MewahProyeksi Inflasi Juli 2026 Melambat, BPS Segera Rilis Data ResmiHarga Emas Antam Naik Menjadi Rp2.610.000 per Gram, Berikut Rincian Aturan PajaknyaKebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan Sumenep, Lima Tewas dan Puluhan HilangRatusan Penumpang KM Mutiara Sentosa II Tiba di Pelabuhan Tanjung Perak Usai KebakaranPemerintah Usut Penyebab Kebakaran KM Mutiara Sentosa 2 di Perairan MaduraTransmart Full Day Sale 2 Agustus Tawarkan Diskon Sepeda hingga 60 PersenRupiah Menguat ke Rp17.985 per Dolar AS pada Perdagangan Senin Pagi

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

Internasional

Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur Tengah

27 Jul 2026

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

Ketenagakerjaan

Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026

27 Jul 2026

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

Berita

Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai Keluhan

27 Jul 2026

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

Sosial

Peran Penting Desain Sampul Proposal HUT RI dalam Menarik Sponsor

27 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025Teknologi 路 25 Jul 2026
  3. 3Jeda Serangan Amerika Serikat Buka Peluang Negosiasi dengan Iran di Timur TengahInternasional 路 27 Jul 2026
  4. 4Kemnaker Catat 32.389 Pekerja Terkena PHK Sepanjang Semester Pertama 2026Ketenagakerjaan 路 27 Jul 2026
  5. 5Permintaan Maaf Komunitas Pajero Usai Konvoi di Tol Surabaya-Mojokerto Tuai KeluhanBerita 路 27 Jul 2026
Berita Utama
News

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap