Vietnam berada di posisi yang sangat menguntungkan menjelang laga leg kedua final Piala AFF 2026 melawan Thailand di Stadion My Dinh, Hanoi, pada Rabu, 26 Agustus 2026. Keunggulan agregat sementara 2-0 menempatkan sang juara bertahan selangkah lebih dekat untuk mempertahankan gelar turnamen sepak bola tertinggi Asia Tenggara tersebut.
Kemenangan dua gol tanpa balas yang dipetik The Golden Star Warriors pada pertemuan pertama membuat Thailand harus bekerja ekstra keras di kandang lawan guna membalikkan keadaan.
Modal Agregat Vietnam Menjelang Leg Kedua di My Dinh
Keunggulan agregat Vietnam tercipta lewat performa solid pada laga leg pertama di markas Thailand, Sabtu, 22 Agustus 2026. Dalam pertandingan tersebut, Vietnam sukses menyarangkan dua gol melalui aksi Nguyen Hai Long dan Nguyen Quang Hai tanpa kebobolan.
Hasil impresif pada final pertama memperpanjang catatan positif skuad asuhan Kim Sang-sik sepanjang turnamen. Hingga menjelang partai penentuan di Hanoi, Vietnam menjadi tim paling produktif di Piala AFF 2026 dengan torehan 17 gol dan hanya kemasukan 1 gol.
Perjalanan Vietnam menuju partai puncak diawali dari fase grup. Meski sempat ditahan imbang oleh Singapura, Vietnam bangkit membukukan tiga kemenangan berturut-turut atas Timor Leste, Kamboja, dan Indonesia. Tren positif berlanjut di babak semifinal saat mereka menghentikan langkah Malaysia dengan keunggulan agregat telak 4-0.
Mekanisme dan Tahapan Proses Administrasi Naturalisasi Pemain Sepak Bola PSSI

Misi Berat Thailand Membalikkan Ketertinggalan
Bagi Thailand, kekalahan 0-2 di kandang sendiri menjadi tantangan berat yang harus diselesaikan oleh pelatih kepala Anthony Hudson. Tim Gajah Perang wajib meraih kemenangan dengan selisih lebih dari dua gol di Hanoi jika ingin membalikkan kedudukan secara langsung dalam waktu normal, atau setidaknya menyamakan agregat untuk membawa pertandingan ke babak adu penalti.
Sepanjang Piala AFF 2026, Thailand sejatinya mencatatkan laju yang menjanjikan pada babak awal dengan menyapu bersih empat kemenangan di fase grup. Namun, konsistensi mereka sempat goyah ketika memasuki babak gugur. Sebelum kalah dari Vietnam di final pertama, Thailand menelan kekalahan kandang dari Singapura pada leg kedua semifinal, kendati tetap berhasil lolos ke laga puncak.
Rekam Jejak Pertemuan Vietnam vs Thailand di Partai Puncak
Pertemuan edisi 2026 menandai babak baru rivalitas sengit antara Vietnam dan Thailand di panggung final Piala AFF. Sebelum bentrokan tahun ini, kedua tim sudah tiga kali bertarung memperebutkan trofi di babak final:
- Final Piala AFF 2008: Vietnam merebut gelar juara pertamanya setelah mengalahkan Thailand dengan agregat 3-2.
- Final Piala AFF 2022: Thailand membalas kekalahan masa lalu dan keluar sebagai juara lewat kemenangan agregat 3-2.
- Final Piala AFF 2024: Vietnam kembali mengungguli Thailand di partai puncak dengan skor agregat 5-3.
Peningkatan performa Vietnam di kancah regional berkembang signifikan sejak era kepelatihan Park Hang-seo, yang kemudian tongkat estafet kepelatihannya dilanjutkan oleh sesama juru taktik asal Korea Selatan, Kim Sang-sik.
Jadwal Turnamen BWF World Tour dan Daftar Wakil Bulu Tangkis Indonesia

Peta Dominasi Gelar Juara Piala AFF
Thailand tetap memegang predikat sebagai kekuatan paling dominan dalam sejarah kompetisi Asia Tenggara. Hingga edisi 2026, Tim Gajah Perang tercatat sudah 12 kali menembus babak final dengan raihan 7 trofi juara dan 4 kali finis sebagai runner-up, membukukan rasio kemenangan di partai puncak sebesar 63,6 persen.
Gelar pertama Thailand diraih pada edisi pembuka 1996 di Singapura saat turnamen masih bernama Piala Tiger, dengan mengalahkan Malaysia 1-0. Dominasi berlanjut lewat gelar beruntun edisi 2000 dan 2002 usai menundukkan Indonesia. Thailand sempat menjadi runner-up usai takluk dari Singapura pada 2006 dan Vietnam pada 2008, sebelum kembali mencatatkan gelar juara berturut-turut pada 2014-2016 serta 2020-2022.
Di sisi lain, Vietnam menempati jajaran tim tersukses dengan koleksi 3 trofi juara dari 6 penampilan di partai final (2008, 2018, dan 2024). Jumlah penampilan final Vietnam setara dengan Indonesia yang juga telah 6 kali melaju ke babak puncak.
Selain kedua finalis, Singapura tercatat mengoleksi 4 gelar juara dari 4 kesempatan tampil di final, dengan trofi terakhir direbut pada edisi 2012.






