Peristiwa tektonik kembali terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur dan menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat setempat. Pada hari Rabu (19/8) tepat pukul 23.17 WIB, terjadi guncangan bumi yang cukup kuat dan mengejutkan warga yang sebagian besar sudah beristirahat. Berdasarkan informasi resmi dari akun X milik BMKG yang dipantau pada Kamis (20/8/2026), peristiwa Gempa M 5,7 Guncang Ruteng NTT tersebut berpusat di laut. Lokasi episenter berada pada koordinat 8.23 Lintang Selatan (LS) dan 120.53 Bujur Timur (BT), tepatnya berjarak sekitar 43 kilometer di arah utara Ruteng-Manggarai dengan kedalaman pusat gempa mencapai 10 kilometer.
Dampak dari guncangan tektonik ini dilaporkan dirasakan di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Timur dengan intensitas yang bervariasi. Daerah-daerah yang melaporkan adanya getaran meliputi Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, hingga Kabupaten Sumba Timur. Skala kekuatan getaran yang dirasakan oleh warga setempat berkisar antara MMI III hingga IV. Pada skala MMI III, getaran dirasakan secara nyata oleh warga yang berada di dalam rumah, dengan sensasi getaran yang seakan-akan ada truk besar sedang berlalu di dekat mereka. Sementara pada skala MMI IV, guncangan gempa dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah serta beberapa orang yang sedang beraktivitas di luar rumah pada malam hari tersebut.
Menghadapi situasi darurat ketika gempa bumi dangkal seperti ini terjadi memerlukan langkah penyelamatan diri yang cepat, tepat, dan terukur. Kedalaman gempa yang tergolong dangkal, yaitu hanya 10 kilometer, membuat getaran di permukaan tanah terasa cukup signifikan bagi warga sekitar wilayah episenter. Untuk meminimalkan risiko cedera serius akibat reruntuhan bangunan atau perabot rumah tangga saat guncangan berlangsung, ada beberapa tindakan evakuasi mandiri yang harus segera dipahami dan dipraktikkan oleh warga di wilayah terdampak.
Densus 88 Gelar Bedah Film Jihad Selfie di Jakarta untuk Cegah Paham Radikalisme

Langkah pertama dan paling utama yang harus dilakukan saat merasakan getaran gempa secara tiba-tiba adalah segera melindungi kepala dan leher dari potensi jatuhnya reruntuhan. Jika Anda sedang berada di dalam ruangan, merunduklah di bawah meja yang memiliki struktur kokoh untuk menghindari jatuhnya benda-benda keras dari langit-langit. Pegang kaki meja tersebut dengan erat dan tetaplah berada di posisi tersebut hingga guncangan benar-benar mereda sepenuhnya. Bagi warga di Kabupaten Manggarai dan sekitarnya yang merasakan getaran skala MMI III hingga IV, tindakan cepat ini sangat krusial untuk menghindari kepanikan yang bisa berujung pada cedera fisik akibat terbentur.
Setelah guncangan utama dirasa sudah mereda, segera lakukan evakuasi keluar dari bangunan secara tertib tanpa harus membawa barang-barang yang memberatkan. Jangan sekali-kali menggunakan lift jika Anda sedang berada di gedung bertingkat, melainkan gunakan tangga darurat yang tersedia. Pastikan untuk tetap memperhatikan kondisi atap dan dinding sekitar saat berjalan keluar karena struktur bangunan mungkin telah melemah akibat guncangan sebelumnya. Ketika sudah berhasil berada di luar ruangan, segeralah mencari area terbuka yang luas dan aman, serta jauh dari tiang listrik, pohon besar, papan reklame, atau dinding bangunan yang berpotensi roboh.
Apresiasi Presiden Prabowo untuk Paskibraka dan Petugas Upacara HUT Ke-81 RI

Langkah terakhir yang tidak kalah penting adalah tetap memantau perkembangan informasi terkini dari otoritas resmi seperti BMKG melalui kanal komunikasi terpercaya mereka, termasuk akun media sosial X. Warga diimbau untuk tidak mudah memercayai kabar bohong atau isu tidak jelas yang beredar di masyarakat dan tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya gempa susulan. Pastikan juga jalur evakuasi di sekitar tempat tinggal Anda tetap bersih dari hambatan fisik agar proses penyelamatan diri keluarga dapat berjalan lancar jika getaran gempa kembali terjadi sewaktu-waktu.






