Peristiwa kebakaran yang melanda kawasan wisata Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, memicu perhatian publik terkait pemicu utama kobaran api. Menanggapi musibah tersebut, pemerintah daerah bersama aparat kepolisian langsung bergerak untuk mencari tahu penyebab pasti kejadian sekaligus menangani warga yang terdampak.
Berikut rangkuman informasi dan jawaban atas pertanyaan utama seputar penyebab kebakaran, perkembangan penyelidikan, hingga langkah restorasi Kampung Adat Sade.
Apa Dugaan Sementara Penyebab Kebakaran di Kampung Adat Sade?
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran di Kampung Adat Sade masih dalam proses penyelidikan aparat. Kendati demikian, ia menduga insiden tersebut berkaitan dengan gangguan kelistrikan di lokasi.
Dalam keterangannya di JCC, Jakarta, pada Minggu (23/8/2026), Gubernur NTB menyatakan adanya kemungkinan masalah pada instalasi atau aliran listrik setempat yang memicu munculnya api. Meski begitu, dugaan tersebut masih bersifat sementara sembari menunggu hasil pemeriksaan teknis lebih lanjut dari pihak berwenang.
Kebumen Fest 2026 Hadirkan Karnaval Budaya hingga Panggung Seni

Bagaimana Proses Penyelidikan yang Sedang Berjalan?
Hingga saat ini, kepolisian belum menetapkan penyebab pasti kebakaran karena rangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung. Garis polisi telah terpasang di sekitar area terdampak untuk mengamankan lokasi penyelidikan.
Kapolres Lombok Tengah Kombes Hariyanto menjelaskan bahwa penyelidikan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan anggota Polda NTB dan Polres Lombok Tengah. Untuk memperkuat proses penelusuran penyebab insiden, pihak kepolisian juga berencana meminta bantuan cadangan personel atau backup dari Bali.
Berapa Jumlah Korban Terdampak dan Bagaimana Rencana Restorasi?
Berdasarkan data penanganan bencana, kebakaran tersebut berdampak langsung pada 70 kepala keluarga (KK) yang tinggal di area perkampungan adat tersebut. Sejumlah pejabat daerah, termasuk Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri dan Wakil Bupati HM Nursiah, telah meninjau langsung lokasi kejadian untuk memantau kondisi lapangan.
Polri Bakal Kejar Pihak dan Korporasi Penerima Keuntungan Karhutla di Kalimantan dan Sumatera

Setelah penanganan awal bagi masyarakat terdampak diselesaikan, fokus utama pemerintah kini beralih ke persiapan restorasi kawasan. Mengingat Kampung Adat Sade merupakan cagar budaya dan daerah bersejarah, proses pemulihan diperkirakan membutuhkan biaya yang sangat besar agar bangunan dapat didirikan kembali seperti semula tanpa menghilangkan nilai sejarah aslinya.
Bagaimana Penanganan dan Pengamanan di Lokasi Kejadian?
Untuk menjaga situasi tetap kondusif, sekitar 100 personel gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah diterjunkan ke Kampung Adat Sade. Seluruh personel disiagakan untuk membantu proses evakuasi warga dan barang-barang yang tersisa, sekaligus mengamankan area sekitar lokasi kebakaran selama masa penyelidikan berlangsung.






