Pengasuh Pondok Pesantren Asrama Pendidikan Islam (API) Tegalrejo Magelang, Jawa Tengah, KH Yusuf Khudlori atau Gus Yusuf, mengajak seluruh peserta Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang untuk menggalang kepedulian dan membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebagai wujud aksi nyata, Gus Yusuf menyerahkan bantuan dana kemanusiaan sebesar Rp100 juta secara simbolis di arena muktamar. Bantuan kemanusiaan tersebut diterima langsung oleh jajaran perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) dari wilayah NTT, antara lain PCNU Alor, Malaka, Flores Timur, dan Belu.
209 Penerbangan Batal, Begini Nasib Penumpang di Soekarno Hatta

Bencana gempa berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya mengguncang NTT pada 15 Agustus 2026. Penanganan pascabencana hingga kini terus berjalan di berbagai titik terdampak. Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat telah memperpanjang masa tanggap darurat bencana gempa bumi hingga 12 September 2026. Dukungan kemanusiaan juga disalurkan sejumlah pihak, termasuk Pertamina New & Renewable Energy (NRE) di Desa Watubaur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, serta peninjauan langsung oleh Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana ke Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada Jumat (28/8/2026).
Di sela agenda muktamar, Gus Yusuf yang juga maju sebagai Calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan organisasi. Ia menegaskan mekanisme pemilihan calon Ketua Umum PBNU harus berpegang teguh pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta Qanun Asasi NU.
Vonis Terbaru 2 Tentara Kasus Andrie Yunus Lebih Ringan Tuai Kritikan

Sementara itu, dinamika bursa pemilihan Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 di Jombang mencatat penegasan dari Menteri Agama Nasaruddin Umar. Pada Jumat (28/8/2026), Nasaruddin menyatakan tidak ikut maju dalam pemilihan pucuk pimpinan PBNU karena memilih fokus menjalankan tugas membantu Presiden Prabowo di Kementerian Agama.






