Seluruh badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia telah melakukan penyesuaian harga untuk berbagai jenis BBM nonsubsidi. Penyesuaian harga jual bahan bakar ini secara resmi mulai berlaku pada 1 Juli 2026. Berdasarkan informasi terbaru yang berlaku hingga 31 Juli 2026, langkah penyesuaian harga tersebut dilakukan secara serentak oleh berbagai perusahaan penyalur bahan bakar. Perusahaan-perusahaan yang melakukan perubahan harga ini meliputi PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, hingga Mobil Indostation. Perubahan harga yang diterapkan oleh masing-masing badan usaha penyalur ini mencakup penurunan harga pada beberapa produk bahan bakar unggulan mereka, khususnya untuk jenis bahan bakar diesel dan bensin dengan nilai oktan tertentu.
Di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) milik Pertamina, khususnya yang berada di wilayah Jabodetabek, terdapat penurunan harga yang cukup signifikan pada beberapa jenis BBM nonsubsidi. Salah satu produk yang mengalami penurunan harga adalah Pertamax Dex. Harga bahan bakar jenis Pertamax Dex ini tercatat turun sebesar Rp 3.650 per liter. Dengan adanya penurunan tersebut, harga Pertamax Dex yang sebelumnya dibanderol pada angka Rp 24.800 per liter kini berubah menjadi Rp 21.150 per liter. Selain Pertamax Dex, produk bahan bakar diesel lainnya dari Pertamina, yakni Dexlite, juga mengalami penyesuaian harga. Harga jual Dexlite dipatok turun sebesar Rp 3.300 per liter. Penurunan ini membuat harga Dexlite berubah dari yang sebelumnya berada di level Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter di SPBU Pertamina wilayah Jabodetabek.








