Sosok Ibu Negara Republik Indonesia periode 2004–2014, almarhumah Kristiani Herrawati atau Ani Yudhoyono, dihadirkan melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) pada puncak perayaan hari lahir (harlah) ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026) malam.
Visualisasi digital mendiang Ani Yudhoyono ditampilkan secara langsung di layar besar dan jumbotron stadion. Dalam tayangan visual tersebut, sosoknya terlihat berdiri di tengah arena mengenakan gaun terusan biru sembari menyampaikan pesan bertema keberlanjutan kepemimpinan kepada para kader.
"Malam ini adalah bukti bahwa nyala genereasi dan regenerasi tidak pernah padam," demikian petikan pesan yang disampaikan sosok Ani dalam tayangan video tersebut.
Mensos Tegaskan Sekolah Rakyat Merupakan Wujud Komitmen Presiden Prabowo Putus Rantai Kemiskinan

Adegan pembuka visual AI tersebut turut memperlihatkan seekor burung yang bertengger di tangan Ani sebelum terbang mengitari Indonesia Arena. Layar panggung kemudian memunculkan slogan bertuliskan "25 Tahun Demokrat bersama rakyat".
Partai Demokrat sejatinya memperingati milad resminya setiap 1 September. Rangkaian puncak peringatan seperempat abad berdirinya partai berlambang bintang mercy tersebut baru dilangsungkan pada Rabu malam dengan dihadiri ribuan kader serta sejumlah tokoh nasional.
KPK Periksa Istri Bupati Pemalang Terkait Dugaan Pemerasan

Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tiba di lokasi perayaan sekitar pukul 19.14 WIB. Prabowo hadir mengenakan kemeja putih dipadu peci hitam, sementara Gibran mengenakan setelan jas hitam dengan dasi merah. Kedatangan rombongan pimpinan negara tersebut didampingi langsung oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Para kader di arena menyambut kedatangan Prabowo dan Gibran dengan nyanyian bertempo dinamis menyerupai yel-yel suporter olahraga. Di deretan tamu undangan VIP, tampak hadir Ketua DPR RI Puan Maharani, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dari Partai Golkar, serta Ketua Harian Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.






