Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan bahwa hasil pemeriksaan klinis terhadap Febi Yona (16), siswi yang dilaporkan mengalami hilang ingatan usai keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, tidak menunjukkan adanya gangguan medis.
Bobby menjelaskan bahwa tim dokter telah menjalankan pemeriksaan kesehatan menyeluruh (medical check-up) sebanyak dua kali terhadap siswi SMK Bersama Berastagi tersebut. Dari serangkaian evaluasi fisik yang dilakukan, kondisi organ maupun fungsi tubuh dinyatakan tidak bermasalah.
"Dua kali melakukan medical check up menyeluruh, secara medis memang dinyatakan tidak ada gangguan," kata Bobby.
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa Penjual Ompreng hingga Yayasan

Meskipun pemeriksaan fisik tidak menemukan kejanggalan, penanganan medis kini difokuskan pada pemeriksaan psikologis dan psikiatri untuk menelusuri potensi trauma yang dialami pasien. Pihak rumah sakit dan psikiater membutuhkan waktu observasi untuk mengukur tingkat keparahan kondisi mental siswi tersebut.
Bobby menyebutkan bahwa tim medis meminta waktu dua hari untuk memastikan derajat trauma yang dialami Febi, apakah tergolong ringan, sedang, atau berat. Untuk memastikan keselamatan dan pemulihan korban, Bobby juga telah memerintahkan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak turun langsung memberikan pendampingan kepada Febi Yona.
Area Parkir Pabrik di Demak Kebakaran, 20 Motor Hangus

Selain pendampingan psikologis, pemerintah daerah menginstruksikan pihak sekolah agar memberikan kelonggaran akademis bagi siswa yang sedang menjalani masa pemulihan dari gejala keracunan. Ketidakhadiran siswa tidak dicatat sebagai alpa dan sekolah diminta menyediakan pendampingan belajar lanjutan.
Kasus ini bermula ketika Febi Yona mengalami gejala keracunan seusai menyantap Makanan Bergizi Gratis pada Kamis (13/8). Ibu Febi, Elvinus Lusiana Sitanggang, menuturkan keluhan berawal dari pusing dan gatal-gatal di badan setibanya di rumah. Kondisi Febi kemudian sempat memburuk hingga mengalami kejang-kejang dan tidak mengenali keluarganya, yang memicu dugaan adanya hilang ingatan sebelum akhirnya menjalani pemeriksaan mendalam.






