Presiden Prabowo Subianto memberikan tanggapan atas pidato yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Prabowo menilai pidato yang disampaikan AHY tersebut berlangsung secara sistematis dan tegas.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat yang berlangsung di Indonesia Arena, Jakarta, pada Rabu (9/9/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan bahwa sebuah bangsa yang besar dan telah memilih jalan demokrasi harus senantiasa bersyukur serta berterima kasih atas adanya kritik dan koreksi demi kemajuan bersama.
Prabowo turut mengapresiasi kejelasan itikad politik yang disampaikan oleh AHY dalam kesempatan tersebut. Menurut Prabowo, AHY secara tegas telah menyampaikan itikad pribadinya beserta itikad Partai Demokrat untuk terus bekerja bersama-sama dengan pemerintah demi melayani kepentingan rakyat. Selain itu, Prabowo juga menyambut sangat baik tema peringatan ulang tahun yang dipilih Partai Demokrat, yaitu memajukan ekonomi rakyat, menegakkan keadilan, serta menjaga demokrasi tetap hidup.
Kasus Korupsi MBG, Kejagung Periksa Penjual Ompreng hingga Yayasan

Penjelasan Terkait Isu Pilpres 2029
Sebelumnya, isi pidato AHY mengenai kekuasaan yang tidak berlangsung selamanya sempat memicu berbagai tanggapan politisi. Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia sempat mengemukakan pandangannya bahwa materi pidato AHY tersebut memberikan sinyal kuat atas kesiapan ketua umum Partai Demokrat itu untuk maju sebagai kontestan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 mendatang.
Partai Demokrat secara tegas membantah anggapan bahwa pidato tersebut berkaitan dengan Pilpres 2029. Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Dede Yusuf Macan Effendi meluruskan bahwa pernyataan AHY tersebut sejatinya merupakan bagian dari pembelajaran politik internal bagi seluruh kader Partai Demokrat mengenai prinsip-prinsip demokrasi serta batasan masa kekuasaan.
Prabowo soal Demokrat, Tak Pernah Bakar-Bakar saat Tidak Berkuasa

Dede Yusuf turut menegaskan bahwa spekulasi mengenai kontestasi Pilpres 2029 masih terlalu jauh dari pembahasan internal partai saat ini. Menurutnya, fokus Partai Demokrat saat ini masih sepenuhnya tersita untuk mengawal dan mengurus proses revisi Undang-Undang Pemilu.






