Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker berstandar KN95 atau N95 saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah proteksi ini disarankan menyusul terdeteksinya sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah mencapai wilayah DKI Jakarta.
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa abu vulkanik memiliki partikel yang sangat halus dan mengandung material silika serta pecahan kaca vulkanik yang bersifat abrasif. Karakteristik partikel tersebut berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan jika terhirup atau terpapar langsung ke tubuh.
Risiko Paparan Abu Vulkanik terhadap Kesehatan
Paparan partikel abu vulkanik dapat menimbulkan gangguan pada saluran pernapasan, mulai dari batuk, iritasi tenggorokan, hingga sesak napas. Bagi kelompok rentan, paparan material ini berisiko memperburuk kondisi kesehatan penderita asma dan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK).
Selain berdampak pada sistem pernapasan, abu vulkanik berpotensi memicu iritasi pada mata yang ditandai dengan rasa perih, mata merah, serta sensasi mengganjal. Paparan pada kulit juga dapat menimbulkan rasa gatal dan iritasi.
Peserta Lari Terganggu Abu Anak Krakatau, Debu Masuk Sepatu dan Kaca Mata

Guna meminimalkan risiko tersebut, warga diminta membatasi kegiatan di luar ruangan, terutama saat konsentrasi abu di udara meningkat. Warga juga disarankan menutup rapat pintu serta jendela rumah untuk mencegah partikel debu masuk ke dalam ruangan. Jika terpaksa keluar rumah, penggunaan kacamata pelindung dianjurkan mendampingi pemakaian masker KN95 atau N95.
Panduan Membersihkan Diri dan Lingkungan
Bagi warga yang baru saja beraktivitas di luar ruangan, Dinkes DKI menganjurkan untuk segera membersihkan diri setibanya di rumah. Protokol kebersihan yang disarankan meliputi mandi, keramas, langsung berganti pakaian, serta mencuci pakaian yang terpapar secara terpisah dari cucian lain. Apabila diperlukan, bilas mata dan rongga hidung menggunakan air bersih.
Bagi masyarakat yang perlu membersihkan endapan abu vulkanik di teras rumah, kendaraan, atau area lingkungan sekitar, Dinkes DKI menekankan pentingnya penggunaan alat pelindung diri. Perlengkapan yang perlu dikenakan mencakup masker, kacamata pelindung, sarung tangan, pakaian berlengan panjang, serta sepatu tertutup.
Cerita Warga Bekasi Rumahnya Tiba-Tiba Penuh Abu Vulkanik Anak Krakatau

Ani juga mengingatkan agar warga tidak menyapu abu dalam kondisi kering karena partikel berisiko kembali berterbangan dan terhirup. Sebelum proses pembersihan, permukaan disarankan dipercikkan air secukupnya agar abu lebih berat. Namun, penyiraman secara berlebihan harus dihindari agar endapan abu yang menggumpal tidak menyumbat saluran drainase dan menimbulkan genangan air.
Setelah kegiatan pembersihan selesai, masker sebaiknya dilepas di area luar ruangan sebelum memasuki rumah, dilanjutkan dengan mandi, keramas, dan mengganti seluruh pakaian.






