Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan pergerakan volatil setelah ditutup melemah pada perdagangan Selasa (28/7). Indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut terkoreksi 0,89 persen ke level 6.130,59. Tekanan terhadap indeks terlihat dari pelemahan sepuluh dari sebelas sektor saham, dengan sektor properti memimpin penurunan sebesar 3,25 persen. Sebaliknya, sektor non-siklikal menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,52 persen.
Beberapa saham menjadi penopang utama indeks, di antaranya saham ASII yang menguat 1,22 persen, BYAN naik 0,62 persen, dan AMRT bertambah 2,29 persen. Namun, hal tersebut belum mampu menahan laju penurunan akibat pelemahan saham MPRO sebesar 14,90 persen, BBCA turun 1,19 persen, serta BMRI terkoreksi 1,44 persen. Investor asing mencatatkan aksi jual bersih (net sell) senilai Rp788,57 miliar di pasar reguler dan Rp1,07 triliun di seluruh pasar. Kondisi ini sejalan dengan pelemahan ETF EIDO sebesar 0,82 persen dan MSCI Indonesia yang turun 0,89 persen. Di pasar global, indeks Dow Jones naik 1,03 persen ke level 52.747 dan S&P 500 menguat 0,21 persen ke level 7.428, sedangkan Nasdaq turun 0,22 persen ke level 24.876.








