Berita Viral Terkini
BerandaHukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan SosialPopuler
Beranda/Ekonomi

IHSG Melemah di Tengah Penguatan Bursa Asia Akibat Sentimen Bank Indonesia dan The Fed

Bambang HandayaniDiterbitkan 28 Jul 2026 - 05.45 路 0 Dibaca
Bagikan WhatsAppX
IHSG Melemah di Tengah Penguatan Bursa Asia Akibat Sentimen Bank Indonesia dan The Fed
Foto/Ilustrasi: Republika
A-A+

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia menutup awal pekan dengan kinerja yang berlawanan arah dibandingkan mayoritas pasar saham kawasan Asia. Pada perdagangan hari Senin (27/7/2026), indeks domestik terpuruk di zona merah dengan pelemahan sebesar 10,65 poin atau 0,17 persen sehingga menetap di posisi 6.185,78. Tren negatif ini juga diikuti oleh indeks LQ45 yang merangkum 45 saham paling likuid, di mana posisinya terkoreksi 2,23 poin atau 0,36 persen menjadi 612,56. Pelemahan ini terjadi karena pelaku pasar merespons sejumlah sentimen krusial, baik dari dalam negeri maupun global.

Dari sisi domestik, transisi kepemimpinan di bank sentral nasional menjadi sorotan utama para investor. Pengunduran diri Perry Warjiyo dari posisi Gubernur Bank Indonesia (BI) membuat pelaku pasar menahan diri sambil menunggu penetapan pejabat definitif yang baru. Saat ini, posisi tersebut diisi oleh Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti sebagai Pejabat Gubernur Sementara. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai bahwa penunjukan sementara ini memang ditujukan untuk meredam volatilitas pasar keuangan serta menjaga kesinambungan tugas lembaga. Akan tetapi, pasar masih memendam kekhawatiran terkait masa depan independensi BI, arah kebijakan moneter, dan stabilitas nilai tukar rupiah.

Beralih ke sentimen global, ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang sempat memanas kini mulai menunjukkan tanda-tanda mereda. Nico Demus menjelaskan bahwa penghentian serangan Amerika Serikat terhadap Iran pada akhir pekan lalu, yang disusul dengan penghentian serangan balasan oleh Iran terhadap sekutu Amerika Serikat di kawasan tersebut, memberikan angin segar. Kondisi ini memicu penurunan harga minyak mentah dunia, yang pada gilirannya mengurangi kekhawatiran investor terhadap ancaman gangguan pasokan energi serta tekanan inflasi global.

Baca Juga

Kemensos Mulai Keluarkan Penerima PKH dan Sembako dari Desil 5-10

Kemensos Mulai Keluarkan Penerima PKH dan Sembako dari Desil 5-10

Meskipun risiko geopolitik menurun, kehati-hatian investor tetap tinggi menjelang sejumlah agenda ekonomi penting internasional. Fokus utama tertuju pada rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan berlangsung pada 28-29 Juli 2026 untuk menentukan arah suku bunga acuan The Fed. Selain itu, pasar juga menantikan langkah kebijakan dari Bank of Japan (BoJ) dan Bank of England (BoE). Dari Amerika Serikat, rilis data inflasi personal consumption expenditures (PCE), pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2026, serta pesanan barang tahan lama (durable goods orders) menjadi indikator yang sangat ditunggu.

Perhatian pasar juga mengarah ke perekonomian China. National Bureau of Statistics (NBS) baru saja melaporkan bahwa laba industri di negara tersebut masih mencatatkan pertumbuhan sebesar 18,7 persen, meskipun angka ini sedikit melambat jika dibandingkan dengan pencapaian bulan sebelumnya yang berada di level 18,8 persen. Di samping itu, pelaku pasar memantau pertemuan Politbiro China pada akhir pekan, di mana Presiden Xi Jinping beserta para pembuat kebijakan utama dijadwalkan memaparkan prioritas ekonomi untuk paruh kedua tahun ini, bersamaan dengan rilis indeks manufaktur (purchasing managers' index/PMI).

Baca Juga

Harga Minyak Melejit, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah |Republika Online

Harga Minyak Melejit, IHSG dan Rupiah Kompak Melemah |Republika Online

Secara teknikal pada perdagangan hari itu, IHSG langsung dibuka melemah dan tidak mampu bangkit dari teritori negatif hingga penutupan sesi kedua. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor mengalami koreksi, dipimpin oleh sektor infrastruktur yang anjlok 1,29 persen, disusul properti turun 0,75 persen, dan energi melemah 0,66 persen. Sebaliknya, hanya dua sektor yang mampu bertahan di jalur positif, yaitu industri dengan kenaikan 0,72 persen dan teknologi yang menguat 0,33 persen. Saham-saham yang mengalami tekanan terdalam antara lain KDTN, ARKO, MLPT, OMRE, dan OILS. Sementara itu, DMMX, BAJA, ZONE, TAMA, dan MCAS berhasil mencatatkan penguatan tertinggi.

Aktivitas transaksi di bursa terpantau cukup ramai dengan frekuensi perdagangan mencapai 1,79 juta kali. Total volume saham yang diperjualbelikan menyentuh angka 26 miliar lembar dengan nilai transaksi keseluruhan sebesar Rp 12,12 triliun. Rincian pergerakan saham menunjukkan 360 emiten melemah, 318 emiten menguat, dan 287 emiten tidak mengalami perubahan harga. Kinerja lesu bursa domestik ini sangat kontras dengan situasi di kawasan Asia. Mayoritas bursa regional justru berpesta di zona hijau, terlihat dari Indeks Shanghai Composite yang melonjak 1,15 persen, Hang Seng naik 0,98 persen, Kospi bertambah 0,97 persen, Nikkei menguat 0,66 persen, dan Strait Times yang terapresiasi 0,55 persen.

Ikuti Berita Viral Terkini

Tambahkan ke sumber pilihan di Google

Topik Terkait

Bursa Efek IndonesiaBank IndonesiaIHSGPasar SahamThe Fed

Berita Terbaru Lainnya

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Kepulauan Seribu Sabtu Pagi, tidak Berpotensi TsunamiKomisi II Pertanyakan Usul Perpanjangan Masa Jabatan KadesJejaring Rakyat Miskin Minta Negara Setop Bagi-bagi Tanah ke IndividuSekolah Terdampak Bencana hingga Wilayah 3T Jadi Prioritas Revitalisasi 2026Persija vs Persib di SUGBK Panpel Imbau Suporter tanpa Tiket untuk tak DatangBobotoh Diminta tak Datang ke GBK saat Laga Persija Vs PersibPelampung Ditemukan Saat Cari Jurnalis Hilang, Bukan dari Arupadhatu 1Lokasi Parkir untuk Penonton Persib vs Persija di GBK Disiapkan, Ini Daftarnya

Paling Banyak Dibaca

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

Seni Budaya

Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai Daerah

1 Agu 2026

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

Ekonomi

Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi Pesawat

25 Jul 2026

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

Nasional

Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari Pembeli

11 Agu 2026

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

Hiburan

Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik Nusantara

3 Agu 2026

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Hukum

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPK

25 Jul 2026

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

Teknologi

Nasib TikTok di Amerika Serikat Menjelang Tenggat Waktu Divestasi 2025

25 Jul 2026

馃敟

Populer

  1. 1Jadwal Pertunjukan Wayang Kulit Agustus 2026 di Berbagai DaerahSeni Budaya 路 1 Agu 2026
  2. 2Investigasi Keselamatan Boeing Mengungkap Celah Kualitas Produksi PesawatEkonomi 路 25 Jul 2026
  3. 3Perwira TNI AL Didakwa Edarkan 9,83 Gram Sabu, Istri Cari PembeliNasional 路 11 Agu 2026
  4. 4Tengku Hadhira Rilis Proyek Musik Visual Hybrid KHORROSSIT Bernuansa Gotik NusantaraHiburan 路 3 Agu 2026
  5. 5Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Ditahan di Rutan KPKHukum 路 25 Jul 2026
Berita Viral Terkini

Copyright 2026 Berita Viral Terkini - All Rights Reserved.

Kategori

HukumPolitikEkonomiBisnisNasionalInternasionalOlahragaPendidikanBusinessNationalSportsBantuan Sosial

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Penyangkalan
  • Syarat dan Ketentuan
  • Kebijakan Editorial
  • Digital Millennium Copyright Act - DMCA
  • Sitemap